Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Cianjur catat 23 kepala keluarga mengungsi karena banjir

📅 Kamis, 04 Apr 2024, 16:41 WIB | Oleh:
BPBD Cianjur catat 23 kepala keluarga mengungsi karena banjir Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Warga Kampung Cikaung Tengah, Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat, mengungsi ke mushalla karena puluhan rumah terendam banjir, Rabu (3/4/2024) malam.

Cianjur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 23 kepala keluarga warga Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak, mengungsi karena rumah mereka terendam banjir dan terancam tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya, Kamis, mengatakan, berdasarkan laporan relawan di lapangan hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga malam hari menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kampung di Desa Pasawahan.

"Banjir setinggi satu meter merendam 23 rumah warga di Kampung Cikaung Tengah. Relawan langsung melakukan evakuasi guna menghindari hal yang tidak diinginkan akibat meluapnya sungai. Warga mengungsi ke madrasah dan mushalla yang jauh dari banjir," katanya.

Menjelang Kamis siang air sudah mulai surut, namun warga diminta tetap bertahan di pengungsian guna memastikan tidak terjadi banjir susulan karena hujan yang kembali turun menjelang petang.

"Kami sudah mengirim petugas dan relawan untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang mengungsi serta membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir. Petugas juga diminta untuk mendata termasuk melaporkan langkah antisipasi banjir susulan," katanya.

Asep menjelaskan hujan lebat yang turun selama setengah hari itu juga menyebabkan longsor yang menutup jalan desa sepanjang 15 meter, sehingga aktivitas warga terhambat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dengan harapan dapat dikirim alat berat karena panjang dan tingginya longsoran. Saat ini upaya menyingkirkan material longsor dilakukan secara manual," katanya.

Pihaknya berharap upaya penanganan material longsor dengan alat berat dapat segera dilakukan agar aktivitas warga terutama perekonomian dapat kembali normal, terlebih jalan yang tertutup longsor merupakan jalur mudik ke sejumlah desa di Kecamatan Takokak.

"Kami juga tetap mengimbau warga terutama pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur untuk berhati-hati dan waspada, terutama saat hujan turun deras karena rawan terjadi longsor, banjir dan pohon tumbang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.