Virus Zika Dapat Menghancurkan Sel Kanker Otak
📅 Selasa, 02 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPara ilmuwan juga menemukan bahwa strain ZIKV-LAV tidak mampu bereproduksi dengan baik meskipun berhasil menginfeksi sel sehat. Jumlah virus yang diukur dalam sel otak sehat yang terinfeksi ZIKV-LAV hanya 0,36 hingga 9 kali lebih tinggi dibandingkan sebelum terinfeksi.
Sebaliknya, jumlah virus dalam sel kanker otak yang terinfeksi ZIKV-LAV 100 hingga satu miliar kali lebih tinggi dibandingkan sebelum terinfeksi. Hal ini semakin menggambarkan bahwa kondisi sel kanker secara signifikan lebih kondusif bagi reproduksi virus dibandingkan sel normal.
Penerapan Masa Depan
Sejak merebaknya virus Zika pada 2016, dapat dimengerti bahwa ada ketakutan mengenai sifat virus dan dampak buruknya. Melalui penelitian tersebut tim peneliti berharap dapat menampilkan virus Zika dengan cara baru dengan menyoroti potensinya dalam membunuh sel kanker.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika virus hidup dilemahkan, sehingga aman dan efektif untuk melawan penyakit menular, virus tersebut dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia-tidak hanya sebagai vaksin tetapi juga sebagai agen pembasmi tumor yang ampuh," kata Asisten Profesor Ann-Marie Chacko dari Program Penelitian Biologi Kanker & Sel Punca Duke-NUS yang juga penulis senior makalah ini.
Strain virus hidup yang dilemahkan pada awalnya dikembangkan sebagai vaksin oleh kelompok Profesor Ooi Eng Eong dari Program Penelitian Penyakit Menular Emerging Duke-NUS. Sebagai pengendalian, strain virus juga diuji pada neuron otak atau sel saraf yang telah dibudidayakan dari sel induk manusia oleh tim Asisten Profesor Alfred Sun dari Program Penelitian Neuroscience & Behavioral Disorders di Duke-NUS.
Kelompok Chacko sedang mengembangkan jenis virus ini dan jenis virus Zika lainnya untuk meningkatkan potensinya dalam membunuh tidak hanya sel kanker otak. Lebih jauh dari itu juga jenis sel kanker lainnya, sekaligus menjadikannya lebih aman untuk digunakan pada pasien.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka juga memodifikasi virus sehingga dapat dicitrakan secara non-invasif setelah disuntikkan ke pasien. Hal ini akan memungkinkan dokter memantau ke mana virus masuk ke tubuh pasien dan berapa lama virus tersebut berfungsi di dalam tumor.
Untuk mencapai tujuan ini, kelompok tersebut sedang menjajaki komersialisasi jenis virus mereka sebagai vaksin Zika dan pengobatan untuk kanker otak, dan kemungkinan kanker lainnya, seperti kanker ovarium. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!