Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat Terus Meningkat, Kasus Demam Berdarah di Klaten Sebabkan 14 Kematian

📅 Selasa, 02 Apr 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat Terus Meningkat, Kasus Demam Berdarah di Klaten Sebabkan 14 Kematian Doc: ANTARA/Aris Wasita
Ket. Arsip foto - Pemberantasan sarang nyamuk di Solo Raya, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Klaten - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus meningkat dengan 14 kematian dari awal tahun hingga saat ini.

Kepala Dinas Kabupaten Klaten Anggit Budiarto di Klaten, Jawa Tengah, Senin mengatakan hingga minggu ke-12 tahun ini ada 204 kasus DBD. Sementara sampai dengan minggu ke-13 ada 14 kematian.

"Kalau angka kasusnya baru sampai minggu ke-12, yang rekap untuk minggu ke-13 belum selesai," katanya.

Ia mengatakan pasien yang meninggal dunia kebanyakan berusia di bawah 7 tahun.

"Terus ada yang usianya 10 tahun. Cuma ini memang yang terakhir kemarin ada usia 15 tahun dan 55 tahun," katanya.

Mengenai penyebab meninggal, dikatakannya, sejauh ini pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi panas di hari ke-4 dan hari ke-5.

"Saat itu kalau dalam grafik DBD terjadi penurunan trombosit yang signifikan, sehingga penatalaksanaannya sepihak. Makanya kami imbau masyarakat, panas hari ke-2, ketika hari ke-3 belum turun wajib dibawa ke sentra layanan kesehatan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau camat dan lurah secara serentak mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Ini tadi di rakor saya sampaikan ke forum, bahwa memang salah satu hal yang terpenting adalah PSN serentak. Kami diskusikan bahwa camat, lurah serentak PSN di seluruh Kabupaten Klaten, sampai ke tingkat masyarakat," katanya.

Pihaknya juga aktif melakukan edukasi ke masyarakat, khususnya agar lebih mewaspadai gejala yang terjadi ketika ada anggota keluarga mengalami panas tubuh.

"Itu masyarakat mungkin sedikit terlena, alah gur panas wae (hanya panas) sehingga ditunggu-tunggu. Sedangkan kami tetap imbau panas hari kedua, hari ketiga belum turun harus dibawa ke layanan kesehatan," katanya.

Sementara itu, meski kasus masih terus mengalami kenaikan, pihaknya memastikan saat ini status DBD di Kabupaten Klaten belum masuk ke kejadian luar biasa (KLB).

"Belum KLB, dikatakan KLB ketika peningkatannya terus-menerus, dalam jangka waktu tertentu, dibandingkan tahun lalu peningkatannya lebih dari 2-3 kali lipat," katanya.

Ia mengatakan jumlah kasus kematian akibat DBD saat ini dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sedikit mengalami kenaikan.

"Dulu sampai minggu ke-12 ada 7 kematian, kalau kita sekarang di minggu ke-12 ada kematian 12," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.