Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

40 Persen Bayi yang Terpapar Alami Kematian Dini

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 06:25 WIB | Oleh:
40 Persen Bayi  yang Terpapar Alami Kematian Dini Doc: Science Museum

Obat Thalidomide (alpha-phthalimido-glutarimide) yang dikembangkan sebagai obat antikonvulsan yaitu obat yang dikembangkan untuk menghambat penyebaran kejang di otak dengan menekan penembakan neuron yang cepat dan berlebihan ternyata dapat digunakan untuk mengobati mual pada ibu hamil.

Widukind Lenz dalam laporannya berjudul A Short History of Thalidomide (1988) menyatakan obat ini juga diresepkan bagi preempuan untuk mengatasi mual di pagi hari selama awal kehamilan.

Perkiraan risiko terjadinya kelainan bawaan pada keturunan yang terpapar thalidomide selama masa kritis berkisar antara 10 hingga 50 persen menurut E Nowack dalam laporan berjudul The Sensitive Period of Thalidomide Embryopathy.

Alasan mengapa terdapat ketidakpastian dalam perkiraan ini adalah karena kurangnya studi epidemiologi karena ketidakmampuan untuk menentukan jumlah anak yang terpapar namun tidak terdampak.

Perlu juga dicatat bahwa angka kematian dini di antara bayi yang terpapar thalidomide adalah sekitar 40 persen. Penyebabnya karena adanya kelainan internal yang parah misalnya kelainan kardiovaskuler dan gastrointestinal.

Masih belum jelas faktor-faktor apa yang menentukan apakah embrio yang terpapar terkena dampaknya atau tidak, dan jika demikian, sistem apa yang terlibat. Kasus menarik mengenai kehamilan kembar dilaporkan dimana keturunannya menunjukkan manifestasi embriopati thalidomide yang sangat berbeda setelah paparan yang sama.

Thalidomide secara signifikan mengubah cara pandang terhadap risiko pengobatan pada kehamilan dan cara penilaian pengobatan dalam kaitannya dengan potensi risiko reproduksi.

Pada 1963, sebagai akibat langsung dari tragedi thalidomide, Departemen Kesehatan Persemakmuran membentuk Komite Evaluasi Obat Australia (ADEC) sebagai komite independen untuk memberi nasihat tentang keamanan obat-obatan baru yang diperkenalkan ke Australia dan untuk memantau dan mengevaluasi potensi efek samping. dari obat yang sudah tersedia.

Pada 2010, ADEC digantikan oleh Komite Penasihat Obat Resep (ACPM). Kategorisasi risiko penggunaan narkoba pada kehamilan di Australia (A-X) dibuat oleh ADEC, dan masih digunakan hingga saat ini dan sebagian besar menentukan peresepan obat selama kehamilan dan bagaimana persepsi risiko obat selama kehamilan baik oleh profesional kesehatan maupun konsumen.

Pada laman OG Magazine, Dr Debra Kennedy MBBS, FRACP, mengatakan untungnya belum ada lagi kasus thalidomide sejak awal 1960-an. Diharapkan tragedi serupa tidak terjadi di masa depan. Namun, penting bagi untuk memasuki era baru peresepan dan penggunaan obat-obatan selama kehamilan yang rasional dan berbasis bukti.

"Sehingga baik perempuan maupun profesional kesehatan memahami pro dan kontra penggunaan obat yang tepat selama kehamilan dan (menyusui) dan dapat membuat keputusan yang rasional sehingga mengoptimalkan kesehatan ibu hamil dan bayinya," tulis dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

35 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.