Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

156.029 Siswa Lulus SNBP 2024

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 03:03 WIB | Oleh:
156.029 Siswa  Lulus SNBP 2024 Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri.

Sebanyak 156.029 siswa dari 771.816 pendaftar lolos seleksi nasional berdasarkan prestasi.

JAKARTA - Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Ganefri, sebanyak 156.029 siswa lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024. Adapun jumlah pendaftar tahun ini sebanyak 771.816 siswa.

"Ratusan ribu siswa itu diterima pada 101 Perguruan Tinggi Akademik (PTA). Sedangkan lainnya diterima di Perguruan Tinggi Vokasi (PTV)," ujar Ganefri, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (26/3).

Dia memperinci pendaftar yang lulus di PTN Akademik sebanyak 126.421 siswa atau 95,45 persen dari daya tampung tersedia. Sedangkan untuk PTN Vokasi sebanyak 29.608 atau 88,10 persen dari daya tampung.

"Tingkat keketatan PTN Akademik rata-rata yakni 19,18 persen. Sedangkan tingkat keketatan PTN Vokasi rata-rata yakni 26,30 persen," jelasnya.

Pemenuhan Kuota

Ganefri menerangkan, total kuota untuk jalur SNBP 2024 sebanyak 166.460. Menurutnya, kuota yang masih kosong karena beragam penyebab seperti ada program studi yang kurang diminati.

Dia menambahkan, kuota yang tidak terpenuhi di SNBP, akan dipindahkan kuota ke Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kuota SNBT tahun ini sebanyak 246.667 atau minimal 30 persen dari kuota keseluruhan.

"Perguruan tinggi boleh menerima lebih dari kuota tersebut. Ada yang menerima 40 persen, boleh mereka terima 60 persen, tapi minimal itu 30 persen. Kemudian sisanya baru di mandiri," katanya.

Ganefri menegaskan, untuk siswa yang sudah lulus SNBP, tidak boleh mendaftar baik di SNBT maupun Mandiri. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya kursi kosong yang tidak ditempati peserta yang lulus.

"Yang sudah lulus SNBP tidak boleh berdaftar di SNBT maupun Mandiri. Kalau tahun yang lalu sebenarnya itu sudah dilakukan. Cuma untuk yang terlalu tes," terangnya.

Dia menilai, hal tersebut membuat banyak pendaftar SNBP tahun ini yang memilih satu program studi saja. Dengan demikian, mereka bisa berkuliah sesuai minat dan prestasinya. "Nah inilah kebijakan dari kementerian agar kursi kosong ini bisa diisi oleh orang yang berhak di bawahnya," ucapnya.

Ganefri mengungkapkan, meski penentuan penerimaan ada di masing-masing PTN, pihaknya menentukan variabel yang bisa memengaruhi kelulusan siswa di SNBP.

Selain prestasi dan nilai rapor, pertimbangan lain di antaranya riwayat alumni sekolah per sekolah dalam seleksi masuk PTN dan hasil Asesmen Nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.