Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tjandra: Kandidat Vaksin dan Terapi Jadi Harapan RI Kendalikan TB

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tjandra: Kandidat Vaksin dan Terapi  Jadi Harapan RI Kendalikan TB Doc: Universitas YARSI
Ket. Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama.

Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan kandidat vaksin hingga pengembangan metode terapi terbaru menjadi sebuah harapan bagi pengendalian penyakit tuberkulosis (TB) di Indonesia.
"Dunia kini sedang terus berupaya membuat vaksin TB baru, karena vaksin BCG yang sekarang ada hanyalah dapat menghindari TB berat pada anak," katanya saat menyampaikan pernyataan terkait Hari TB Sedunia 2024 melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (24/3).
Ia mengatakan vaksin memiliki peran penting untuk menangani penyakit menular, sebagaimana yang diajarkan oleh pengalaman selama pandemi Covid-19.

Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan setidaknya ada tiga jenis mekanisme pembuatan vaksin TB, yaitu vaksin dengan sel utuh(whole cell vaccines), vaksin dengan protein ajuvan, dan vaksin vektor subunit rekombinan.
Dikatakan Tjandra, kandidat vaksin baru itu diharapkan dapat menjadi pengganti vaksin BCG yang ada saat ini (BCG replacement), sebagai penguat BCG (BCG boosters), dan pendekatan, sebagai vaksin pengobatan untuk TB (therapeutic vaccine forTB) yang berfungsi sebagai pengendalian melalui sistem imun (immune-mediated control).

Dengan adanya perkembangan terakhir itu, vaksinasi sebagai penanganan imunologi diharapkan bisa memperpendek durasi pengobatan, menyederhanakan regimen atau setidaknya memperbaiki hasil pengobatan, kata Tjandra menambahkan.

"Semoga TB dapat dikendalikan di dunia dan di negara kita, antara lain dengan temuan vaksin yang baru. Tentu, selain vaksinasi, semua kasus TB yang ada di negara kita harus ditemukan dan diobati sampai sembuh," ujar dia.

Tjandra menambahkan saat ini juga terdapat metode terapi pencegahan TB (TPT) untuk mereka yang sudah kemasukan kuman TB, tetapi belum sakit atau disebut sebagai TB Laten. "Terapi pencegahan tuberkulosis ini cakupannya baru di bawah 10 persen," kata dianya.

24 Maret hari ini adalah hari TB sedunia. Tanggal ini dipilih karena 24 Maret 1882, seorang ilmuwan Jerman bernama Robert Koch mempresentasikan hasil penelitiannya, yaitu kuman tuberkulosis yang bernamaMycobacterium tuberculosis.

Kini, 142 tahun sesudah kumannya ditemukan, tuberkulosis masih jadi masalah kesehatan dunia. Berdasarkan WHO Global TB Report 2023, TB menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah Covid-19 pada 2022. Lebih dari 10 juta orang di dunia terjangkit penyakit TB setiap tahunnya. 30 negara dengan beban TB tinggi menyumbang 87 persen kasus TB dunia, dan dua pertiga dari kasus global terjadi di delapan negara, yaitu India (27%), Indonesia (10%), Tiongkok (7,1%), Filipina (7,0%), Pakistan (5,7%), Nigeria (4,5%), Bangladesh (3,6%), dan Republik Demokratik Kongo (3,0%).

Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah kasus TB di Indonesia mencapai 1.060.000 kasus dan terdapat 134.000 kematian akibat TB per tahunnya, atau 17 orang yang meninggal akibat TB setiap jamnya. Ant/And

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.