Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesawat Layang untuk Transportasi Kargo Berbiaya Rendah

📅 Senin, 25 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pesawat luncur juga dilengkapi dengan alat pendarat sertaflight control devicessepertirudder,ailerondanelevatoruntuk bermanuver. Jumlah konfigurasi untuk penumpangnya bisa dua atau satu, bergantung keperluannya.

Untuk keperluan latihan biasanya itu didesain dengantandem seat(depan dan belakang) sebab bodi pesawat berukuran sempit. Instrumen-instrumen penting seperti altimeter, kompas,turn and bank indicatorsertaairspeed indicatormenjadi perlengkapan standar bagi alat olahraga ini.

Dalam kasus yang umum,gliderakan ditarik oleh pesawat lain sampai ketinggian tertentu dengan menggunakan kabel baja. Setelah sampai pada ketinggian yang direncanakan, kabel akan dilepas sehingga pesawatgliderakan bebas melayang di udara sesuai dengan kehendak pilotnya.

Salah satu variabel yang dinilai dalam olahraga menerbangkan pesawat ini adalah besarnya rentang waktu pesawat ini berada di udara sebelum akhirnya mendarat. Untuk memenuhi misitrainingdan olahraga ini, maka sayap pesawat luncur dirancang dengan nilai aspek rasio yang tinggi.

Sebagaimana dalam teori aerodinamika disebutkan bahwa semakin tinggi nilai aspek rasio suatu sayap, maka dia akan mempunyai gaya angkat yang besar. Secara fisik sebuah sayap dengan aspek rasio tinggi akan terlihat pada ukuran rentang sayap yang sangat panjang bila dibandingkan dengan lebarnya. Dengan desain seperti ini, makagliderakan mampu melayang di udara tanpa mesin dengan durasi yang cukup panjang.

Sebuah pesawat layang murni dirancang hanya untuk melayang turun. Namun katagliderdigunakan secara luas oleh banyak orang untuk menunjuk ke seluruh jenis pesawat layang. Istilahglidermurni dapat juga digunakan untuk membedakanglidertanpa mesin dangliderbermesin.

Pesawatgliderpertama yang diterbangkan di Eropa adalah Coachman Carrier buatan Sir George Cayley (1853). Coachman Carrier merupakan sebuahglidermurni. Otto Lilienthal dan Percy Pilcher adalahpioneerlainnya dalam pengembangan aviasi jenis ini.

Contoh lain adalahGlidermiliter yang digunakan selama Perang Dunia II untuk mendukung operasi paratrooper. Pesawat ini digunakan untuk penerbangan tunggal saja. Pendaratan pasukan olehglideryang disebut sebagaiairlandingsebagai pendukung pasukan terjun payung.

Sebuah pesawat kargo yang khas bisa membawa 8 sampai 10 tentara, tetapi pesawat yang sama bisa menarikgliderdengan 20 orang di dalamnya. Selanjutnyagliderbisa dilepas pada jarak tertentu dari target yang sebenarnya, sehingga lebih sulit bagi musuh untuk menebak arah mereka.

Gliderbesar juga digunakan untuk mendaratkan alat berat seperti senjata antitank dan jip, yang merupakan peningkatan besar dalam daya yang tersedia untuk pasukan terjun payung. Salah satu cerita yang paling terkenal melibatkanglider militer dalam pengambilan dari Pegasus Bridge selama D-Day invasi Normandia pada 6 Juni 1944 dini hari dimana sekitar 30 personel pasukan sekutu sanggup diterbangkan dengan pesawat layang pengangkut pasukan Airspeed Horsa.hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...
Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.