Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN paparkan keajaiban geologi zaman es terakhir di Sundaland

📅 Senin, 25 Mar 2024, 16:00 WIB | Oleh:
BRIN paparkan keajaiban geologi zaman es terakhir di Sundaland Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Tangkapan layar bahan diskusi Danny Hilman Natawidjaja yang memaparkan efek mencarinya es menyebabkan kenaikan muka air laut dan menenggelamkan Sundaland.

Jakarta - Peneliti Geologi dan Kebencanaan BRIN Danny Hilman Natawidjaja mengatakan zaman es terakhir di Sundaland yang mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand, menyimpan keunikan geologi dan paleogeografi.

Sundaland merupakan istilah yang digunakan oleh para ahli geologi dan arkeologi untuk merujuk pada wilayah Asia Tenggara, khususnya daratan yang ada pada zaman es terakhir ketika permukaan laut jauh lebih rendah.

"Sundaland merupakan satu-satunya daratan yang tenggelam di kawasan tropis," ujarnya dalam lokakarya penemuan ilmiah Paparan Sunda yang dipantau di Jakarta, Senin.Danny menuturkan Sundaland memiliki keunikan tektonik karena berada di tengah-tengah persimpangan lempengan bumiyaitu lempengan Indo-Australia, lempengan Australia, lempengan Pasifik, dan lempengan Eurasia.Kecepatan pergerakan lempengan Indo-Australia sekitar 70 milimeter per tahun dan kecepatan pergerakan lempengan Pasifik mencapai 120 milimeter per tahun.Ketika zaman es terakhir, kata dia, ketinggian muka laut 130 meter lebih rendah ketimbang daratan Sundaland.Pada 9.600 Sebelum Masehi (SM), permukaan laut 60 meter lebih rendah dari daratan. Namunketika es mulai mencair menyebabkan terjadinya kenaikan permukaan laut dan menenggelamkan Sundaland."Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi aktif. Gunung yang terkenal adalah Krakatau, Toba, dan Tambora," kata Danny.Indonesia di Sundaland ditandai dengan episentrum gempa bumi. Beberapa sumber yang mematikan adalah zona subduksi dan juga fenomena terkait lainnya yang dapat menimbulkan tsunami.Meski demikianSundaland, kata dia, bila dilihat dari aspek geologi mempunyai sejarah yang sangat panjang dengan zona subduksi yang terjadi setidaknya sejak 68 juta tahun lalu dan semakin aktif pada 45 juta tahun lalu."Sundaland sangat unik karena merupakan blok tektonik yang panjang," ucap Danny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Bekasi Gelar Operasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.