Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senegal Memilih Presiden Baru Setelah Krisis Bertahun-tahun

📅 Minggu, 24 Mar 2024, 14:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Senegal Memilih Presiden Baru Setelah Krisis Bertahun-tahun Doc: AP
Ket. Pendukung calon Presiden Amadou Ba berkumpul untuk rapat umum terakhir kampanye di Dakar, Senegal.

DAKAR - Rakyat Senegal berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara pada hari Minggu (24/3) untuk memilih presiden baru dalam pemilihan yang benar-benar tidak dapat diprediksi setelah tiga tahun kekacauan dan krisis politik.

Sekitar 7,3 juta pemilih terdaftar di negara Afrika Barat ini di mana dua kandidat favorit muncul: mantan perdana menteri Amadou Ba dari koalisi yang berkuasa dan kandidat anti-kemapanan Bassirou Diomaye Faye.

Mereka berdua dulunya adalah pemeriksa pajak, namun kini tampaknya tidak memiliki banyak kesamaan. Ba, yang berusia 62 tahun, menawarkan kesinambungan. Sedangkan Faye yang berusia 43 tahun menjanjikan perubahan besar dan pan-Afrikaisme sayap kiri.

Keduanya mengatakan akan mengklaim kemenangan pada putaran pertama -- namun putaran kedua tampaknya mungkin terjadi jika ada 15 kandidat lainnya, termasuk satu-satunya kandidat perempuan, pada tanggal yang belum ditentukan.

Mantan Wali Kota Dakar Khalifa Sall (68) dianggap punya peluang luar.

Pemenang akhirnya akan ditugaskan untuk mengarahkan Senegal yang biasanya stabil keluar dari permasalahan yang terjadi baru-baru ini, dan mengelola pendapatan dari cadangan minyak dan gas yang akan segera mulai berproduksi.

Pemungutan suara akan berakhir pada pukul 18.00 GMT dan hasil sementara dapat diketahui dalam semalam.Hasil resmi pertama diperkirakan akan keluar pada minggu mendatang.

Senegal secara tradisional dianggap sebagai mercusuar demokrasi dan stabilitas di wilayah yang dilanda kudeta, dimana Russia memperkuat pengaruhnya.

Kampanye yang Gaduh

Ratusan pengamat akan hadir mewakili masyarakat sipil, Uni Afrika, kelompok regional ECOWAS, dan Uni Eropa.

Kampanye yang ramai, yang berlangsung hanya dua minggu setelah dipersingkat, terjadi setelah penundaan dramatis pada menit-menit terakhir tanggal pemilu, yang semula dijadwalkan pada 25 Februari.

Intervensi Presiden Macky Sall untuk menunda pemilihan presiden memicu kerusuhan yang menyebabkan empat orang tewas.

Sall, yang mendapat pujian dari luar negeri tahun lalu karena menolak pencalonannya untuk masa jabatan ketiga, mengatakan dia membatalkan pemungutan suara karena khawatir pemungutan suara tidak akan berjalan mulus.

Setelah berminggu-minggu krisis politik, badan konstitusional tertinggi negara itu turun tangan dan memaksanya untuk mengatur ulang tanggal tersebut menjadi 24 Maret, meskipun bertentangan dengan bulan puasa Ramadhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.