Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei: 78,9% Responden Anggap Tiongkok Mengancam Kedaulatan di LTS

25 Sabtu, 23 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Survei: 78,9% Responden Anggap Tiongkok Mengancam Kedaulatan di LTS Survei: 78,9% Responden Anggap Tiongkok Mengancam Kedaulatan di LTS Doc: JAM STA ROSA / AFP
Ket. Kapal Penjaga Pantai Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan, beberapa pekan lalu. studi pertahanan pada Rabu (20/3), menunjukkan 78,9 persen responden menyatakan Tiongkok mengancam kedaulatan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

JAKARTA - Sebuah survei lembaga studi pertahanan, pada Rabu (20/3), menunjukkan 78,9 persen responden menyatakan Tiongkok mengancam kedaulatan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean) termasuk Indonesia di Laut Tiongkok Selatan terkait konflik batas maritim.

Dikutip dari BenarNews, jajak pendapat yang dilakukan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bekerja sama dengan Litbang Kompas juga mencatat 73,1 persen responden menyatakan kedaulatan Indonesia terancam oleh Tiongkok di kawasan tersebut.

Menurut ISDS, mayoritas responden yang mendukung persepsi itu tergolong Gen Y (34 persen), Gen X (31,9 persen), Baby Boomer (22,3 persen), dan Gen Z (11,6 persen). Berdasarkan usia: Gen Z berusia 17-26 tahun, Gen Y antara 27 hingga 42, Gen X berusia 43 hingga 58 tahun, dan Baby Boomer lebih dari 58 tahun.

Sebagian responden menilai Asean sebagai mitra yang sesuai untuk memperkuat wilayah Indonesia di Laut Tiongkok Selatan. Malaysia menjadi negara Asean yang dipilih mayoritas responden sebanyak 49,5 persen, disusul Singapura 15,8 persen dan Filipina 12,7 persen.

Setelah Asean, negara yang dinilai cocok sebagai mitra Indonesia adalah AS (16,7 persen responden), Tiongkok (14,3 persen), Russia (8,4 persen), Jepang dan Uni Eropa sebanyak 3,9 persen dan 3,4 persen.

Co-Founder ISDS, Erik Purnama Putra, mengatakan survei ini menggambarkan bahwa publik Indonesia tidak suka dengan agresivitas kapal-kapal Tiongkok yang merangsek jauh dari wilayahnya untuk masuk ke wilayah-wilayah Indonesia.

"Padahal kan itu wilayah perairan kita, tapi kapal coast guard dan kapal nelayan mengeklaim itu wilayah mereka," ujar Erik.

Kesadaran Masyarakat

Peneliti Litbang Kompas, Dimas Okto Danamasi, mengatakan survei ini digelar untuk mengukur kesadaran masyarakat terkait kedaulatan negara dalam empat bentuk yakni kedaulatan politik, ekonomi, budaya, dan wilayah.

"Keempatnya ada dalam ketegangan politik di Laut Tiongkok Selatan," kata Dimas dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Selasa (19/3).

Dimas mengatakan dari empat variabel itu, hampir 54 persen masyarakat menilai hal itu sebagai konflik wilayah yakni terkait dengan batas maritim, wilayah strategis, dan kebebasan jalur pelayaran, sedangkan hampir 30 persen merupakan konflik ekonomi yang berasal dari masalah sumber daya alam.

"Jadi, umumnya masyarakat menganggap konflik di Laut Tiongkok Selatan adalah masalah kedaulatan wilayah," ujar Dimas.

Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui survei jajak pendapat via telepon kepada 312 responden berusia 17-60 tahun dengan margin of error 5,6 persen. Wilayah survei ada di lima kota yaitu Medan, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, mengatakan perlu kehati-hatian dalam menangani konflik di Laut Tiongkok Selatan karena melibatkan banyak pihak.

"Salah perhitungan akan membawa pada situasi konflik yang akan merugikan bersama. Tiongkok merupakan mitra komprehensif strategis bagi Indonesia dan Asean yang memiliki peran sentral dalam perdamaian dan stabilitas kawasan," ujarnya dalam konferensi pers peluncuran hasil survei di Jakarta.

Hadi mengakui proses perundingan Code of Conduct (CoC) melalui forum Asean-China Joint Working Group on COC sempat berjalan lambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Napoli D...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.