Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukit Paralayang Watugupit, Tempat Ngabuburit di Pesisir Selatan Yogyakarta

📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Dari puncak tersebut akan terlihat panorama pemandangan alam mulai dari perbukitan hijau di sebelah utara dan timur, pantai di sebelah selatan dan barat data, dan Matahari terbenam di sebelah barat. Tempat ini menawarkan kombinasi pemandangan lengkap secara 360 derajat.

Dari puncak bukit yang permukaan tanahnya dilapisi dengan paving beton dari jenisgrass blockmemanjang mengarah ke barat daya. Dengan beton ini, maka rumput masih dapat tumbuh di sela-selanya membuat Bukit Paralayang Watugupit menjadi lebih asri.

Nikmati Senja

Bukit Paralayang Watugupit memang merupakan lokasi tempat meluncurkan paralayang. Namun tidak setiap waktu atau semua titiknya digunakan, sehingga bisa digunakan untuk tempat wisata untuk memandangi senja dan samudra biru.

Umumnya mereka yang datang ke tempat wisata tersebut menjelang sore meski sebenarnya tepat mulai buka dari 09.00 hingga 19.00 WIB. Menjelang sora wisatawan berbondong-bondong datang dari arah Kota Yogyakarta. Hal ini dilakukan karena jika datang agak siang hawanya cenderung panas.

Jika ingin menikmati senja, sebaiknya melihat kondisi cuaca dahulu agar langit senja yang didambakan bisa terlihat. Jika cuaca cerah itulah tanda waktu yang tepat menikmati langit jingga. Jika mendung, pemandangan kurang begitu menarik.

Namun jika langit tidak secerah yang diharapkan masih ada pemandangan lain yaitu samudra biru yang bertemu dengan kaki langit. Debur ombak pantai selatan yang membuih hanya terlihat mengalun pelan dari kejauhan dari puncak bukit ini.

Apa yang bisa dilakukan di sini? Selain aktivitas menikmati langit senja dan Samudra Hindia, tentu saja kita berfoto ria. Banyak orang umumnya menggunakanan kamera ponsel disamping membawa kamera DSLR untuk mengabadikan diri.

Cara yang terbaik mengabadikan senja adalah memanfaatkan fiturtime lapse. Dengan menggunakan tripod, pengunjung biasanya mengabadikansunsetmelalui fitur ini yang tersedia di kamera.

Matahari yang perlahan tenggelam dapat diabadikan dengan singkat dengan fitur ini. Jangan lupa untuk menampilkan diri di depan kamera untuk melihat gerakan cepat diri sendiri dan mengabadikan panorama Bukit Paralayang Watugupit yang selalu diingat.

Setelah Matahari benar-benar ditelan ufuk barat, dan adzan Maghrib berkumandang, maka tiba saatnya untuk berbuka puasa.

Bagi yang tidak membawa bekal untuk berbuka, di sini tersedia kafe dengan aneka menu. Harganya cukup terjangkau karena anak muda yang menjadi rata-rata pengunjungnya, yaitu mulai dari 5.000 rupiah saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.