Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelaku Usaha Berharap Hilirisasi Sawit Makin Masif di Era Pemerintahan Baru

📅 Jumat, 22 Mar 2024, 17:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pelaku Usaha Berharap Hilirisasi Sawit Makin Masif di Era Pemerintahan Baru Doc: Istimewa
Ket. Di sela-sela acara diskusi di Jajarta, Kamis (21/3), Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dan Ketiga asosiasi hilir sawit ini kembali menjalin kerja sama untuk mendistribusikan bantuan kepada sejumlah yayasan dan lembaga sosial sebagai upaya menunjukkan kontribusi sawit bagi masyarakat di sekitar Jabodetabek. 

JAKARTA -Dunia usaha yang tergabung dalam sejumlah asosiasi berharap kebijakan hilirisasi industri sawit dapat terus berjalan dan memberikan nilai tambah kepada perekonomian Indonesia. Harapan itu diberikan kepada Presiden baru nanti.

Tiga asosiasi hilir industri sawit Ketiga asosiasi tersebut adalah GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia), APROBI (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia), dan APOLIN (Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia)

"Saya yakin presiden dan wapres terpilih sangat berkomitmen dalam program hilirisasi sawit. Ke depan, Indonesia berpeluang menjadi Raja Green Fuel di dunia," kata Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif GIMNI dalam Buka Puasa Bersama dan Temu media di Jakarta, Kamis (21/3).

Di sela-sela acara, Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dan Ketiga asosiasi hilir sawit ini kembali menjalin kerjasama untuk mendistribusikan bantuan kepada sejumlah yayasan dan lembaga sosial sebagai upaya menunjukkan kontribusi sawit bagi masyarakat di sekitar Jabodetabek.

Melanjutkan hilirisasi tadi, Sahat optimistis program tersebut semakin kuat karena visi misi keduanya melanjutkan program yang sudah berjalan. "Ketika berbicara dengan timses nomor 2, mereka sampaikan akan melanjutkan, tetapi melanjutkan dengan berbagai improvement," ujar lulusan ITB Teknik Kimia ini.

Usulan berikutnya adalah Sahat meminta pemerintahan baru agar membentuk badan bernama Badan Sawit Indonesia. Sahat mengatakan terdapat 17 kementerian/lembaga pemerintah yang mengurusi sawit sebagai satu komoditas."Ibaratnya dampak dari 17 kementerian ini lego jangkar sehingga kapal ini tidak bergerak. Makanya dibutuhkan badan khusus sawit ini supaya bisa cepat bergerak dan menghilangkan tumpang tindih regulasi."

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) berharap kepada presiden dan wakil presiden Indonesia yang baru untuk mendukung terus program biodiesel sebagai bagian transisi energi terbarukan. Dengan pemerintahan yang baru nanti diharapkan regulasi program biodiesel bisa lebih solid dan tidak menimbulkan multitafsir.

"Untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang, kami berharap nanti regulasi untuk semua Kepmen bisa lebih form dan solid agar tidak terjadi interpretasi yang berbeda-beda. Kami juga 2,5 tahun ini terus diperiksa Kejaksaan Agung," ujar Sekjen APROBI Ernest Gunawan di kesempatan sama.

Dia mengaku percaya jika pemerintahan baru bisa membuat investor biofuel Indonesia lebih tenang ke depannya dalam investasi. Apalagi pemenang Pilpres menyatakan komitmennya terus meningkatkan program biodiesel.

Lebih lanjut, dia juga menyebut pihaknya sedang menunggu arahan dari pemerintah terkait penerapan B40. Pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan penerapan biodiesel 40 persen atau B40, menyusul dari sebelumnya B35.

Sedangkan, Sekjen Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) Rapolo mengharapkan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) kepada 7 sektor industri termasuk oleokimia terus dilanjutkan. Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$6 per MMBTU yang diberlakukan Pemerintah sejak 2020.

Pasalnya kebijakan ini memberikan nilai tambah kepada pelaku industri dari aspek investasi, ekspor, pendapatan pajak dan pembangunan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...

Ganda Putri Jepang Mundur, Rachel/Febi Melaju

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ganda Putri Jepang Mundur, ...

Persija Kalah, Shin Tae-yong Ngeles, Tak Pedulikan Hasil

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Kalah, Shin Tae-yon...

Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ideal Piala AFF, Viet...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.