Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ombudsman RI: Perlu Ada Percepatan Distribusi Beras Bulog

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 14:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ombudsman RI: Perlu Ada Percepatan Distribusi Beras Bulog Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Seorang pekerja mengemas beras komersial Bulog, di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (15/3/2024).

JAKARTA - Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan bahwa Perum Bulog harus terus berbenah untuk meningkatkan kinerjanya, terutama dalam percepatan distribusi beras.

Pernyataan itu disampaikan Yeka usai melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (15/3), untuk memastikan ketersediaan beras.

Menurut Yeka, pasokan beras di Bulog sebetulnya cukup, tetapi proses logistik dan distribusi beras dari gudang ke konsumen masih terbilang lamban.

"Kalau dilihat dari segi pasokan, sebetulnya kalau beras dikatakan ada, ya ada. Namun, persoalannya adalah Bulog perlu kecepatan dalam rangka proses bongkar muatnya," kata dia kepada wartawan.

"Sehingga beras bisa lebih cepat tersedia untuk melayani masyarakat," ujar dia lagi.

Yeka menyebut proses distribusi 2.000 ton beras Bulog ke pasar saat ini membutuhkan waktu 3-4 hari. Ini dikhawatirkan menyebabkan keterlambatan dalam penyaluran beras ke masyarakat.

Oleh karena itu, Yeka mengatakan bahwa Bulog harus melakukan pembenahan pada sistem logistiknya, termasuk proses bongkar muat barang. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat ketersediaan beras di pasaran.

Dengan percepatan logistik, diharapkan harga beras dapat stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pada hari ini, Ombudsman RI juga melakukan inspeksi ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta, untuk melihat pasokan beras sekaligus mengecek efektivitas kinerja pemerintah dalam menstabilkan harga beras.

Hasil sementara menunjukkan bahwa pasokan beras di pasar tersebut aman. Para pedagang juga menerapkan kebijakan pemerintah terkait relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium, yang mulai diberlakukan pada 10 Maret lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.