Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPKHP Cianjur: 40 Perahu Nelayan di Pantai Jayanti Rusak

📅 Rabu, 13 Mar 2024, 17:28 WIB | Oleh:
DPKHP Cianjur: 40 Perahu Nelayan di Pantai Jayanti Rusak Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Perahu nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat dihantam gelombang tinggi yang terjadi sejak satu pekan terakhir.

CIANJUR - Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sekitar 40 perahu nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi sejak beberapa hari terakhir, sehingga bantuan segera disalurkan.

Kepala DPKHP Cianjur Aris Haryanto saat dihubungi Rabu, mengatakan informasi yang diterima dari UPTD DPKHP Kecamatan Cidaun sekitar 40 perahu rusak berat bahkan hancur dihantam gelombang, sehingga pihaknya masih melakukan pendataan guna memberikan bantuan.

"Data sementara dari 40 perahu yang rusak, 20 di antaranya rusak berat bahkan ada yang pecah, sehingga nelayan hanya bisa pasrah sambil menunggu cuaca normal untuk mendaratkan perahunya," kata Aris.

Pihaknya segera mengirim bantuan logistik guna meringankan beban nelayan di pantai selatan khususnya di Pantai Jayanti, dimana terdapat puluhan perahu nelayan rusak dihantam gelombang tinggi yang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

Setelah pendataan tuntas, pihaknya akan mengajukan bantuan perahu untuk nelayan seperti yang sudah dilakukan di Pantai Agrabinta beberapa waktu lalu, sehingga nelayan dapat kembali beraktivitas setelah mendapat perahu dan mesinnya.

"Kami ajukan agar nelayan di pantai selatan yang perahunya rusak mendapat bantuan perahu kembali agar mereka tetap dapat beraktivitas menafkahi keluarganya. kami juga mengajukan bantuan perahu ke provinsi dan pusat," katanya.

Seiring masih tingginya curah hujan disertai gelombang tinggi melanda pantai selatan Cianjur, pihaknya meminta nelayan mematuhi arahan BMKG yang melarang nelayan untuk melaut selama gelombang tinggi yang akan terjadi puncaknya pada bulan Maret.

"Kami juga meminta kelompok nelayan selama cuaca ekstrem melakukan piket guna memantau kondisi perairan di sekitar pelabuhan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan termasuk bencana alam seperti banjir rob," katanya.

Sementara nelayan di Pantai Jayanti, mengatakan akibat cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi membuat sejumlah nelayan kehilangan perahunya yang terbawa gelombang ke tengah lautan, dan puluhan perahu rusak akibat saling hantam di dalam dermaga.

"Kalau hitungan sementara sekitar 40 perahu rusak, setengahnya rusak berat dan pecah. Harapan kami bantuan pemerintah dapat segera diberikan karena selama ini nelayan jarang mendapat perhatian, kalau bisa perahu dan mesinnya," kata nelayan di Pantai Jayanti Rohyani (37).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.