Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Tanggapan Wapres Ma’ruf Soal Potensi Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 11:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Tanggapan Wapres Ma’ruf Soal Potensi Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan Doc: wapresri.go.id
Ket. Wapres Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Archam di Tangerang, Banten, Kamis (7/3).

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma'ruf Amin meminta seluruh masyarakat untuk menghormati perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriyah yang kemungkinan akan terjadi antara pemerintah dan organisasi masyarakat Islam.Wapres juga meminta masyarakat tetap menjalankan ibadah sesuai dengan keputusan yang diyakininya.

"Sikap yang kita harus bangun adalah sikap saling pengertian, legowo, untuk bisa berbeda. Dan itu sudah lama kita berbeda, jadi masing-masing saja. Kalau mungkin besok (penetapan 1 Ramadan 1445 H) Muhammadiyah masuk Senin, mungkin pemerintah Selasa, ya silakan Senin atau Selasa," kata Wapres dalam keterangan pers di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Archam di Tangerang, Banten, Kamis (7/3), seperti disiarkan laman resmi Wapres RI.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, dalam melihat keberadaan hilal, terdapat beberapa kriteria yang digunakan dan mungkin diinterpretasikan berbeda oleh setiap anggota sidang.

"Setiap ada tinggi hilal di bawah 2 derajat, pasti ada perbedaan, karena perbedaan kriteria," kata Wapres. "Karena itu, untuk menyamakan kriteria ini kan belum ketemu," tambahnya.

Menutup keterangan persnya, Wapres pun mengimbau agar masyarakat tetap beribadah dengan sungguh-sungguh dan nantinya merayakan hari kemenangan mengikuti jadwal penetapan yang dipilihnya.

"Pokoknya yang (puasanya) ikut pemerintah, Lebarannya ikut pemerintah. Kalau puasanya ikut Muhammadiyah, Lebarannya ikut Muhammadiyah. Jangan waktu puasa ikut pemerintah lebih belakang, giliran Lebaran ikut yang lebih dulu, itu tidak betul," imbuh Wapres.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan 1445 Hijriyah pada hari Minggu, 10 Maret 2024. Hasil dari sidang isbat ini kerap menimbulkan perbincangan di masyarakat. Pasalnya, sering ditemui terjadinya perbedaan penetapan awal puasa antara pemerintah dengan organisasi massa Islam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.