Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hong Kong Keluarkan RUU Keamanan Nasional Baru, Kebebasan Sipil Terancam?

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hong Kong Keluarkan RUU Keamanan Nasional Baru, Kebebasan Sipil Terancam? Doc: BBC
Ket. Banyak orang pada tahun 1997 khawatir Hong Kong akan kehilangan kebebasannya di bawah pemerintahan Tiongkok.

HONG KONG - Pemerintah Hong Kong pada hari Jumat (8/3) menerbitkan rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional yang baru, sebuah dokumen yang diteliti dengan cermat oleh beberapa diplomat, pengacara, dan pebisnis asing di tengah kekhawatiran bahwa UU tersebut dapat makin merusak kebebasan di pusat keuangan tersebut.

RUU tersebut, termasuk undang-undang baru yang mencakup makar, spionase, campur tangan eksternal, rahasia negara dan hasutan, keluar kurang dari seminggu setelah masa satu bulan konsultasi publik.

Sanksi yang diatur dalam RUU mencakup hukuman penjara hingga seumur hidup karena pengkhianatan, 20 tahun karena spionase, dan 10 tahun karena pelanggaran rahasia negara.

Badan legislatif kota akan mulai memperdebatkan RUU tersebut pada Jumat pukul 11 ????pagi, menurut pernyataan pemerintah sebelumnya.

Hal ini masih memerlukan beberapa putaran perdebatan di Dewan Legislatif, dan pertemuan khusus untuk pembacaan pertama dan kedua. Prosesnya mungkin memakan waktu berminggu-minggu.

"Geopolitik menjadi semakin kompleks, dan risiko keamanan nasional masih tetap ada," kata pernyataan pemerintah.

"Cara yang dilakukan untuk membahayakan keamanan nasional dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan ancaman dapat muncul secara tiba-tiba."

Kekhawatiran terhadap Kebebasan

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee pada hari Kamis menyerukan agar RUU tersebut disahkan dengan "kecepatan penuh".

Lee dan pejabat Hong Kong dan Tiongkok lainnya membela RUU tersebut dari kritik sejumlah negara Barat, termasuk AS, yang menyatakan bahwa RUU berisiko semakin mengekang kebebasan di bekas jajahan Inggris tersebut jika terlalu kabur.

Pemerintah Hong Kong mengatakan bahwa banyak negara Barat memiliki undang-undang serupa, dan undang-undang ini diperlukan untuk menutup "celah" dalam rezim keamanan nasional, yang diperkuat pada 2020 oleh undang-undang keamanan nasional lain yang diberlakukan langsung oleh Tiongkok.

Pejabat Hong Kong dan Tiongkok mengatakan undang-undang tahun 2020 sangat penting untuk memulihkan stabilitas setelah aksi protes yang terkadang disertai kekerasan pada tahun sebelumnya.

Mereka juga mencatat bahwa paket baru ini telah lama diwajibkan berdasarkan konstitusi kecil Hong Kong, yang dikenal sebagai Undang-Undang Dasar.

Dokumen tersebut memandu hubungan Hong Kong dengan Beijing sejak kembali ke tangan Tiongkok pada 1997. Pasal 23 menetapkan kota "harus membuat undang-undang sendiri untuk melarang tindakan dan kegiatan yang membahayakan keamanan nasional".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
  • Rumput Laut & Agar-agar RI Masuk AS Bebas Tarif Tambahan 10%
    Preview komentar:
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.