Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berpotensi 'Rebound'

📅 Senin, 04 Mar 2024, 09:54 WIB | Oleh:
Berpotensi 'Rebound' Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rebound pekan ini. Pelaku pasar masih membaca data inflasi Indonesia yang berada di atas ekspektasi.

Dalam catatan risetnya, akhir pekan lalu, secara teknikal grafik indeks komposit membentuk lower shadow yang panjang. Indikator Stochastic RSI dinilai memiliki kecenderungan menguat dari area jenuh jual atau oversold.

Karenanya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (4/3), berpotensi rebound ke pivot 7.330.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/3) sore, ditutup melemah di tengah penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 4,20 poin atau 0,06 persen ke posisi 7.311,91, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,03 poin atau 0,21 persen ke posisi 987,89.

"Bursa regional Asia menguat seiring dengan sikap pelaku pasar yang merespon laporan ekonomi Amerika Serikat (AS), di mana Personal Consumption Expenditure (PCE) Index meningkat 0,3 persen month to month (mtm) pada Januari 2024, sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya.

Data PCE Index tersebut membuat pelaku pasar semakin berspekulasi bahwa bank sentral AS The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya pada Juni 2024.

Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostik menyebut bahwa The Fed berpotensi menurunkan suku bunga acuannya pada musim panas ini, sedangkan Presiden Fed New York John Williams memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga acuannya pada akhir tahun di tengah menurunnya inflasi dan perekonomian yang sehat.

Selain itu, pasar juga mencermati data PMI manufaktur Tiongkok yang masih menunjukkan kontraksi di level 49,1 poin.

Pasar melihat belum ada pemulihan yang berarti pada sektor manufaktur Tiongkok, padahal negara ini merupakan penggerak perekonomian negara-negara partner dagang mereka.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Februari 2024 sebesar 0,37 persen (mtm), atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 0,04 persen.

Secara tahunan, inflasi pada Februari 2024 tercatat sebesar 2,75 persen year on year (yoy), atau masih berada dalam kisaran target pemerintah yang sebesar 1,5 sampai 3,5 persen.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.