Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Pemkot Singkawang untuk Atasi Kenaikan Harga Beras

📅 Minggu, 03 Mar 2024, 15:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemkot Singkawang untuk Atasi Kenaikan Harga Beras Doc: ANTARA/HO
Ket. Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin melakukan pengecekan harga sembako di sejumlah pasar yang ada di Kota Singkawang.

Pontianak - Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Kalbar, Muslimin mengatakan pihaknya menggencarkan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga beras.

"Operasi pasar tahap kedua pada 4-5 Maret 2024, sehingga bagi masyarakat yang ingin mendapatkan beras SPHP murah, silakan datang ke bazar yang kita laksanakan," katanya di Singkawang, Kalbar, Minggu.

Muslimin menjelaskan pada operasi pasar ini pihaknya akan menjual sembako murah dengan memberikan subsidi yakni masyarakat cukup membayar Rp103 ribu per paket yang berisiberas premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.

"Harapannya, dengan operasi pasar tersebut dapat membantu masyarakat dan dapat menekan kenaikan harga. Sehingga menjadi penyeimbang terkait dengan kenaikan harga yang terjadi saat ini terutama beras," tuturnya.

Muslimin mengakui tingginya harga beras juga dialami di wilayah Kota Singkawang. Hal itu berdasarkan pantauan petugas Disperindagkop dan UKM Singkawang di lapangan.

"Terkait dengan harga beras di Kota Singkawang berdasarkan pantauan petugas kita beberapa hari ini di lapangan, yang mana untuk beras Bulog atau SPHP seharga Rp11.500 per kilogram. Sedangkan harga beras premium saat ini sudah seharga Rp17.000 per kg. Sementara harga beras lokal sehargaRp13.500 per kilogram," katanya.

Kenaikan harga beras di Kota Singkawang ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Yang mana kenaikan tersebut berkisar antara Rp500 sampai Rp1.000.

Kenaikan harga beras di Kota Singkawang, katanya, disebabkan adanya keterlambatan proses impor beras, yang berdasarkan informasi dari Kemendag dan Kementan untuk proses impor selain membutuhkan perizinan juga membutuhkan waktu sekitar 40 hari.

"Rentang waktunya cukup panjang," tuturnya.

Menyikapi kondisi saat ini, sesuai arahan Pj Wali Kota dan Mendagri, Pemkot Singkawang akan menggelar operasi pasar tahap kedua pada 4-5 Maret 2024.

Kemudian, berdasarkan rakor inflasi dengan Kemendagri, informasi dari Kementerian Pertanian diperkirakan untuk bulan Maret nanti akan terjadi panen raya terutama daerah Jawa dan Sumatra.

"Mudah-mudahan dengan adanya panen raya nanti kenaikan harga beras yang terjadi saat ini sampai menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dapat membantu menekan harga beras," harapnya.

Untuk itu, masyarakat Singkawang jangan khawatir dan panik, tetapi beli lah sesuai kebutuhan seperlunya.

"Selain menggelar operasi pasar, Pemkot Singkawang juga akan menggelar gerakan pangan murah yang salah satu komoditasnya juga beras," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.