Kelabba Maja, Pelangi yang Jatuh di Pulau Sabu
📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoBukti bahwa Majapahit pernah menguasai pulau ini antara lain adanya batu peringatan untuk Raja Majapahit yang disebut Wowadu Maja dan sebuah Sumur Maja di Desa Ledeuni Kecamatan Raijua.. Selain itu, ada upacara yang diadakan oleh salah satu udu di Raijua. Udu Nadega yang diberi julukan Ngelai, menurut cerita adalah keturunan orang-orang Majapahit.
Tidak hanya itu, pengaruh dari kerajaan dari Jawa itu juga bisa ditemukan lewat motif pada tenunan selimut orang Sabu yang bergambar pura. Bukti lain, di Kecamatan Mesara terdapat desa yang bernama Tana Jawa yang penduduknya mempunyai ciri-ciri fisik seperti orang Jawa.
Jejak Majapahit lainnya berada sebuah tempat di dekat Pelabuhan Mesara yang disebut dengan Mulie. Setelah ditelusuri, kata itu diambil dari kata mulih dalam bahasa Jawa yang berarti pulang.
Kehati-hatian sangat diperlukan selama berada di kawasan Kelabba Maja. Hal ini karena batuan di sini sangat rapuh, sehingga wisatawan bisa jatuh atau terpeleset karena menginjak batuan yang kurang memiliki ikatan yang kuat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keindahan Kelabba Maja telah membuatnya dinominasikan dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) pada 2018, untuk kategori Destinasi Surga. Sebuah pemandangan batu yang tidak bisa dijumpai di tempat lain di Indonesia.
Mirip di Tiongkok
Kelabba Maja mirip dengan Pegunungan Pelangi di Taman Nasional Zhangye Danxia, Tiongkok versi mini. Pegunungan Pelangi berada di Zhangye Danxia Landform Geological Park saat ini menjadi salah keajaiban geologis dunia karena menawarkan warna yang lebih beragam, menyerupai pelangi yang dilukis di perbukitan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pegunungan Pelangi terletak di Provinsi Gansu di barat laut Tiongkok. Dengan luas mencapai 322 kilometer persegi objek wisata ini pada 2009 dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Saat ini lokasi tersebut telah menjadi tujuan banyak wisatawan Tiongkok maupun internasional.
Pegunungan Pelangi adalah batu pasir dan batu lanau kapur yang diendapkan di Tiongkok sebelum Pegunungan Himalaya terbentuk. Pasir dan lumpur diendapkan dengan besi dan mineral yang menjadi bahan utama untuk membentuk warna yang kita lihat sekarang.
Proses terbentuknya Kelabba Maja mungkin bisa meminjam apa yang terjadi di Pegunungan Pelangi. Dulunya tempat itu merupakan stratigrafi horizontal dan datar berlapis. Formasi ini terganggu oleh tumbukan Lempeng Hindia dengan Lempeng Eurasia sekitar 55 juta tahun yang lalu, yang membuat terjadinya serupa melipat.
Proses melipat ini mengangkat gunung dan mengungkap batuan sedimen yang tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi. Pelapukan dan erosi oleh panas angin dan hujan, menghilangkan lapisan batuan silisiklastik benua di atasnya dan mengekspos formasi di bawahnya dengan mineralogi dan kimia yang berbeda yang menyebabkan variasi warna yang dimiliki tersingkap.
Sedangkan warna yang ada pada Pegunungan Pelangi diperoleh dari air tanah yang bergerak melalui butiran batu pasir dan mengendapkan mineral di antara butiran tersebut. Endapan ini dapat menumpuk hingga tidak ada lagi ruang pori di antara butiran-butiran tersebut, sehingga membuat butiran tersebut tetap berada di tempatnya.
Sementara sumber warna Pegunungan Pelangi berasal dari lapisan oksida besi dan sementasi, yang juga dikenal sebagai hematit (Fe2O3), yang berada antara butiran batupasir. Proses ini sama persis yang terjadi ketika sepotong logam tertinggal di tengah hujan dan membentuk lapisan karat merah di bagian luarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!