Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelabba Maja, Pelangi yang Jatuh di Pulau Sabu

📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Kelabba Maja,  Pelangi yang Jatuh di Pulau Sabu Doc: Istimewa

Kabupaten Sabu Raijua terpencil di tengah Laut Sawu. Di tempat yang jauh dari keramaian ini terdapat sebuah pemandangan perbukitan berwarna warni seperti di Pegunungan Pelangi di Tiongkok.

Di Laut Sawu yang dalam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat tiga pulau terpencil yang jauh dari mana-mana. Kepulauan ini berada antara Pulau Rote sebelah timur dan Pulau Sumba di sebelah barat.

Ketiga pulau adalah Pulau Sabu atau Sawu sebagai pulau terbesar, di sisi palung utara, disusul Pulau Raijua yang memiliki luas nomor dua di sisi baratnya, dan yang terkecil adalah Pulau Dana sisi barat daya. Ketiganya membentuk Kabupaten Sabu Raijua yang berdiri melalui Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2008 tanggal 26 November 2008.

Kabupaten Sabu Raijua berada di posisi 121 derajat 16'10 menit 78 detik hingga 122 derajat 0,30 menit 26 detik Bujur Timur dan 10 derajat 25 menit 12 detik hingga 10 menit 49 detik 45,83 menit Lintang Selatan. Bersama dengan Pulau Rote, Pulau Dana menjadi pulau paling selatan di Indonesia.

Luas Kabupaten Sabu Raijua adalah sendiri mencapai 460,47 kilometer persegi terbagi atas 6 (enam) kecamatan. Populasi kabupaten tersebut hanya 89.327 menurut sensus 2020. Kepadatannya 190 jiwa per kilometer persegi sehingga tempat ini bisa dibilang cukup lengang.

Topografi pulau-pulau tersebut relatif datar dengan 0 hingga 325 meter di atas permukaan laut (mdpl). Wilayahnya didominasi dataran rendah dan beberapa diantaranya berupa perbukitan dengan kemiringan lereng antara 5-15 persen.

Hal menarik di Kabupaten Sabu Raijua adalah adanya tempat wisata di perbukitan dengan nama Kelabba Maja. Lokasinya berada di Desa Wadumaddi, Kecamatan Hawu Mehara, tepatnya berada di sisi selatan pulau tidak jauh dari Wadumeddi yang menghadap langsung Samudra Hindia.

Nama ini berasal dari kata kelabba yang artinya batu putih dan maja yang berarti singgasana, dalam hal ini singgasana patih Majapahit. Arti lainnya dari nama tersebut adalah tempat tinggal para dewa. Para penganut kepercayaan kuno yang disebut Jingitiu, di Pulau Sabu percaya tempat Kelabba Maja menjadi tempat yang sakral, tempat melakukan ritual keagamaan.

Objek wisata Kelabba Maja berupa pemandangan tebing-tebing batu alami. Pelapukan yang terjadi pada batu menyingkap warna-warni yang dimiliki mulai dari warna merah marun, putih, merah jambu, coklat, dan biru. Warna-warnanya terlihat dalam bentuk gradasi seperti pelangi yang semakin menambah keindahannya.

Selain itu ada tiga pilar yang berdiri kokoh dengan semacam kepala di atasnya. Ketiga batu ini dipercaya menjadi tempat duduk para dewa. Wisatawan belum lengkap petualangannya jika belum berfoto di bawah batu dengan ketinggian mencapai sekitar 5 meter.

Ketiga pilar batu Kelabba Maja dianggap sebagai batu keseimbangan, mewakili keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Tempat ini juga dianggap sakral, di mana penduduk setempat menganggapnya sebagai tanah dewa, tempat suci Dewa Maja.

Setiap tahun, upacara penyembelihan hewan diadakan sebagai simbol permohonan perlindungan dan kesuburan dari Dewa Maja. Karena tempat ini dianggap suci, maka pengunjung perlu tetap berpakaian sopan dan menghormati tradisi setempat.

Batu ini sering disebut dengan maja yang dikaitkan dengan nama mahapatih Gajah Mada. Masyarakat setempat disebut berterima kasih kepada Kerajaan Majapahit karena ia telah berjasa dalam menyatukan kepulauan di Nusantara pada abad ke-14 hingga awal abad ke-16.

Di Pulau Sabu, ada sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa Majapahit pernah menanamkan kekuasaanya di pulau ini. Menurut cerita lisan di kalangan rakyat, Raja Majapahit sangat dihormati di sana bahkan raja dan istrinya diceritakan pernah tinggal di Ketita di Pulau Raijua dan Pulau Sabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.