Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPPU Dalami Dugaan Persaingan Tidak Sehat Penyebab Tingginya Harga Beras

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Hal ini kemudian berpengaruh secara langsung terhadap harga jual beli di daerah lain," kata Hilman.

Ulah Monopoli

Peneliti Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan kenaikan harga beras di Februari ternyata lebih tinggi dari Januari. Kelangkaan beras di pasar itu menyebabkan naiknya harga beras yang sangat mungkin disumbang oleh ulah monopoli penggilingan besar di setiap wilayah. Dengan kekuatan modalnya, penggilingan besar lebih mudah mengalahkan tawaran harga penggilingin-penggilangan kecil yang dekat dengan petani.

"Petani memang sedikit diuntungkan, tapi kewajiban KPPU untuk mengusutnya secara tuntas indikasi terjadinya monopoli yang merugikan konsumen," kata Tauhid.

Sementara itu, Wakil Rektor Tiga Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan KPPU harus menjalankan tupoksinya dengan sungguh-sungguh untuk memastikan tidak ada indikasi pelanggaran dalam praktik perdagangan dan distribusi beras sebagai makanan pokok.

"KPPU harus menemukan mengapa beras sampai sulit dicari, padahal untuk wilayah lumbung pangan seperti Jatim yang produksinya selalu surplus, juga ikut-ikutan mahal dan langka. Jika ada indikasi permainan atau penimbunan maka harus diproses sesuai aturannya. Ini masalah makanan pokok dan sebentar lagi bulan Puasa, masyarakat jangan sampai dibiarkan tambah resah," pungkas Surokim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Real Madrid di Bawah Pelati...
Olahraga
Brentford Kalahkan Tottenha...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.