Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Inovasi, BRIN: Implementasi Pertanian Cerdas untuk Hadapi Perubahan Iklim

5 Kamis, 29 Feb 2024, 01:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Inovasi, BRIN: Implementasi Pertanian Cerdas untuk Hadapi Perubahan Iklim Perkuat Inovasi, BRIN: Implementasi Pertanian Cerdas untuk Hadapi Perubahan Iklim Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Seorang petani memanen melon varietas pertiwi di Smart Green House (SGH), Agro Edukasi Wisata Ragunan, Jakarta, Senin (5/2/2024).

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan implementasi pertanian cerdas atausmart farmingmenjadi aspek penting di Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang berdampak terhadap tanaman pangan dan hortikultura.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan saat ini penggunaan teknologi merupakan suatu keniscayaan, karena hampir semua sektor menggunakan, termasuk dalam bidang pertanian.

"Pertanian cerdas bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, mengurangi biaya produksi, dan mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat organisme pengganggu tanaman maupun cekaman abiotik serta mendukung petani berkelanjutan," katanyadalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Konsep pertanian cerdas merupakan suatu penerapan teknologi informasi dan komunikasi seperti sensor,internet of things(IoT),big data analytics, robotika, dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pertanian yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan.

Penerapan teknologi tersebut untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan berbagai aspek pertanian mulai dari pemantauan pertumbuhan tanaman, manajemen irigasi, manajemen sumber daya tanah dan air, hingga pemantauan cuaca dan prediksi hasil panen.

Variabilitas iklim di Indonesia mengalami kejadian cuaca yang lebih ekstrem, seperti cuaca tidak menentu, kekeringan yang berkepanjangan, maupun badai. Kondisi itu membuat sektor pertanian menjadi terganggu, sehingga perlu mengimplementasikan pertanian cerdas.

"Perubahan iklim sering kali memperburuk kelangkaan sumber daya seperti kekurangan air, degradasi tanah. Perubahan iklim ini merupakan tantangan baru terhadap produksi pertanian, termasuk penyebab hama penyakit sehingga perlu varietas yang baru yang lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan," kata Puji.

Dia menjelaskan pemanfaatan data yang dikumpulkan dan dianalisis oleh sistem cerdas akan membantu pelaku usaha pertanian, termasuk para petani untuk membuat keputusan yang lebih baik dan tepat waktu.

Jika petani dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan, katanya, mereka bisa mendapatkan peningkatan hasil tanam dan operasional yang lebuh efisien.

Salah satu potensi terbesar, katanya,peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, seperti air dan pupuk dengan memanfaatkan teknologi sensor dan pemantauan secarareal-time.

Implementasi pertanian cerdas juga dapat meminimalisasilimbah, menghemat biaya produksi, dan berkontribusi nyata terhadap pertanian berkelanjutan.

Kepala Pusat Riset Hortikultura Dwinita Wikan Utami mengatakan hortikultura salah satu sektor pertanian memiliki peran krusial dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.

"Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan teknologi telah membawa revolusi signifikan untuk meningkatkan produksi dan pertanian cerdas salah satu yang menjadi solusi untuk menjawab tantangan yang dihadapi khususnya oleh para petani hortikultura," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diperkirakan ...
Nasional
Perpusnas Ajukan Dua Naskah...
Daerah
Jelang Natal, Pemprov Sulaw...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.