Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Israel Setuju Gencatan Senjata Sementara Selama Bulan Ramadan

📅 Rabu, 28 Feb 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Israel Setuju Gencatan Senjata Sementara Selama Bulan Ramadan Doc: SAUL LOEB/AFP
Ket. Presiden AS, Joe Biden

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, pada Senin (26/2), mengatakan Israel setuju untuk menghentikan kegiatan militer selama bulan Ramadan di Jalur Gaza, di mana negara tersebut sedang berperang dengan militan Hamas.

Biden, yang menyampaikan pernyataannya saat tampil di acara NBC Late Night with Seth Meyers, mengatakan Israel telah berkomitmen untuk memungkinkan warga Palestina mengungsi dari Rafah di selatan Gaza sebelum mengintensifkan kampanyenya di sana untuk menghancurkan Hamas.

Dikutip dari The Straits Times, pernyataan Biden yang disiarkan pada Selasa, mengatakan pada prinsipnya ada kesepakatan untuk gencatan senjata antara kedua pihak sementara para sandera dibebaskan.

"Ramadan segera tiba dan telah ada kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka tidak akan melakukan aktivitas selama Ramadan, juga untuk memberi kami waktu untuk mengeluarkan semua sandera," katanya.

Bulan suci Ramadan tahun 2024 diperkirakan akan dimulai pada malam tanggal 10 Maret hingga malam tanggal 9 April.

Biden mengatakan gencatan senjata sementara akan memudahkan hubungan dengan negara-negara tetangga Israel dan memulai proses bagi Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri.

"Hal ini memberi kita waktu untuk mulai bergerak ke arah yang telah dipersiapkan oleh banyak negara Arab. Misalnya, Arab Saudi siap mengakui Israel. Yordania, Mesir, ada enam negara lainnya. Saya telah bekerja dengan Qatar," kata Biden.

"Jika kita mendapatkan gencatan senjata sementara, kita akan mampu bergerak ke arah di mana kita dapat mengubah dinamika dan tidak mendapatkan solusi dua negara dengan segera, namun sebuah proses untuk mencapai solusi dua negara, sebuah proses untuk menjamin keamanan Israel dan kemerdekaan Palestina," ujarnya.

Gagasan Dua Negara

Biden mengatakan ia berharap bisa mencapai gencatan senjata dalam konflik tersebut pada tanggal 4 Maret. Namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak gagasan solusi dua negara.

Biden, seorang kandidat dari Partai Demokrat yang mencalonkan diri kembali pada pemilu tahun 2024, mengalami penurunan dukungan di kalangan generasi muda Amerika dan pemilih progresif sayap kiri sebagai akibat dari dukungannya yang kuat terhadap Israel dan tingginya angka kematian di kalangan warga sipil Palestina.

Setelah Hamas membunuh 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200 orang pada 7 Oktober, Israel melancarkan serangan darat ke Gaza, dengan hampir 30.000 orang dipastikan tewas, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Menurutnya, Israel berisiko kehilangan dukungan dari negara-negara lain di dunia.

"Terlalu banyak orang tidak bersalah yang dibunuh. Israel telah memperlambat serangan di Rafah," kata Biden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.