Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yamaha dan Honda Sulit Saingi Ducati

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 06:53 WIB | Oleh:
Yamaha dan Honda Sulit Saingi Ducati Doc: MOHD RASFAN/AFP
Ket. menukik di tikungan I Pembalap Ducati Italia Francesco Bagnaia (kiri) dan pebalap Tim Ducati Lenovo Italia Enea Bastianini menukik di tikungan pada tes pramusim MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang, beberapa pekan lalu.

WAIOURU - Tim pabrikan asal Jepang Yamaha dan Honda dinilai masih sulit menyaingi Ducati di MotoGP 2024. Hal itu diungkap mantan pembalap World Superbike (WSBK), Simon Crafar. Menurutnya, Yamaha dan Honda masih tertinggal dari tim pabrikan Italia, Ducati.

Simon Crafar meyakini ada beberapa faktor yang menjadi penghambat untuk pabrikan Jepang bersaing musim ini. Salah satu yang utama adalah perangkat elektronik. Dalam tes resmi MotoGP Qatar 2024 yang berlangsung di Losail International Circuit, 19-20 Februari lalu, Yamaha dan Honda tak masuk dalam peringkat 10 besar. Ducati, Aprilia, dan KTM menjadi tiga tim yang menempati posisi papan atas.

Dua pembalap Yamaha, Fabio Quartararo berada di posisi ke-15 dan Alex Rins menempati peringkat ke-16. Sementara itu, dua pembalap Honda, Joan Mir dan Luca Marini berada di posisi ke-19 dan 20. Crafar mengakui tim pabrikan Italia dalam beberapa tahun terakhir unggul dalam aerodinamika dan elektronik.

Namun, dia menilai Jepang sudah membuat kemajuan di elektronik dengan meningkatkan mesin serta sasis untuk bisa kembali tampil kompetitif. Orang Jepang telah membuat langkah besar dalam bidang elektronik. Baik Honda maupun Yamaha telah melangkah maju. "Mereka telah meningkatkan mesin dan banyak dalam sasis dan knalpot," kata Simon Crafar dikutip dari Crash, Senin (26/2).

Meski demikian, dia menilai Yamaha dan Honda membutuhkan beberapa bulan lagi untuk bisa mengejar ketertinggalannya. Crafar mengatakan elektronik masih menjadi masalah dua pabrikan Jepang itu bisa bersaing di MotoGP 2024.

"Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk mengejar ketertinggalan. Mereka tertinggal dalam hal elektronik, itu adalah bagian besar dari apa yang menghambat mereka," tandasnya.

Quartararo sempat merasa frustrasi dengan Yamaha yang dianggap masih belum bisa bersaing dengan Ducati. Sedangkan, Luca Marini ingin Honda tidak meniru Ducati dan fokus ke pengembangan sendiri. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.