Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pos Pemantau Catat Tujuh Kali Letusan di Gunung Ile Lewotolok

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 13:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pos Pemantau Catat Tujuh Kali Letusan di Gunung Ile Lewotolok Doc: antarafoto
Ket. Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT)

KUPANG - Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan telah terjadi tujuh kali letusan akibat erupsi di puncak gunung tersebut selama Senin (26/2) pukul 00.00 WITA sampai 24.00 WITA waktu setempat.

"Sejak kemarin ada tujuh kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut," kata Petugas Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanilaus Arakian dalam laporannya dari Lembata, Selasa (27/2).

Dari tujuh kali letusan itu, kata dia, tinggi kolom abu berada pada kisaran tinggi 200-1000 meter dan warna asap putih dan kelabu.

Arakian menambahkan tujuh letusan itu terpantau terjadi guguran dengan jarak luncur 300 hingga 1.000 meter mengarah ke wilayah tenggara dan selatan dan gunung tersebut. Selain itu, aliran lava juga terpantau ke arah tenggara dengan jarak luncur via drone lk 1,8 kilometer dari pusat erupsi dan ke selatan dengan jarak 600 meter..

Saat terjadi letusan, kata dia, gunung terlihat jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal sekitar 100 meter di puncak kawah.

Dia menambahkan saat ini gunung api yang pernah erupsi pada akhir November 2020 itu, kini berada pada status level II atau waspada.

Karena itu, pihaknya mengeluarkan rekomendasi berupa larangan masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, serta wisatawan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

Potensi ancaman bahaya dari lontaran lava/material pijar harus tetap diwaspadai. Saat ini diperkirakan masih akan berada di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Berdasarkan data pemantauan instrumental terkini gunung tersebut, kata dia, aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, sehingga harus dilakukan perubahan jarak rekomendasi dalam tingkat aktivitas masih di level II (waspada).

Beberapa rekomendasi itu, seperti masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Lewotolok.

Selain itu, masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah gunung itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.