Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjabat Gubernur Kolaborasi Wujudkan Kemandirian Pangan di NTB

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 02:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penjabat Gubernur Kolaborasi Wujudkan Kemandirian Pangan di NTB Doc: ANTARA/Nur Imansyah
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariadi.

Lombok Barat - Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariadi mendorong kemandirian pangan bagi masyarakat di wilayah ini.

"Alhamdulillah NTB sejak tahun 1984 telah mengubah status dari rawan pangan menjadi lumbung pangan nasional," kata Lalu Gita Ariadi pada kegiatan sarasehan, seminar nasional dan pameran pertanian organik dalam rangka peringatan puncak ulang tahun ke-24 Masyarakat Petani Pertanian Organik Indonesia (Maporina), di Lombok Barat, Senin.

Ia mengatakan NTB terus berkolaborasi untuk mewujudkan kemandirian pangan bagi seluruh masyarakat. Sebab, kemandirian pangan merupakan ikhtiar bersama yang harus di sukseskan bersama baik pemerintah dan masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan NTB merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang belum terjamah beras impor, sehingga ke depannya kemandirian pangan merupakan fokus pemerintah untuk tetap dijaga.

"Kami komitmen untuk mempertahankan daerah kita menjadi daerah mandiri pangan," ujarnya pula.

Ketua Maporina NTB Sarjan mengatakan bahwa rangkaian ulang tahun Maporina yang ke- 24 untuk mensosialisasikan bagaimana pertanian organik yang efisien dan kualitas hasil yang cukup baik.

"Kita harapkan bahwa UMKM anggota Morina terus meningkat dalam mendukung usaha tani yang dilakukan secara organik," ujarMiq Gite sapaan akrabnya.

Selain itu, katanya lagi, Maporina merupakan organisasi yang dibentuk juga untuk mendekatkan para produsen dengan para konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.