Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DBD Serang Bogor, Warga Berjatuhan

📅 Senin, 26 Feb 2024, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
DBD Serang Bogor, Warga Berjatuhan Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana.

BOGOR - Demam berdarah dengue (DBD) terus menyerang Kabupaten Bogor, sehingga banyak warga jatuh sakit. Bahkan empat di antaranya meninggal dunia.

Maka, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "Upaya yang dilakukan di lokasi kasus antara lain penyuluhan, PSN, larvasida, dan fogging focus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana di Cibinong Bogor, Sabtu.

Ia mengungkapkan, selama periode Januari-Februari 2024 ada empat warga yang meninggal dunia karena menderita DBD setelah menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Mereka berasal dari kecamatan Babakanmadang anak berusia 6 tahun, Rancabungur anak berusia 8 tahun, Cijeruk anak usia 8 tahun, dan Cibinong anak usia 13 tahun.

"Selama bulan Januari ada 255 kasus dan Februari 137 kasus," kata Adang. Dia mengimbau warganya untuk mewaspadai penyakit DBD yang mulai marak di sejumlah wilayah. "Demam berdarah sudah mulai menyerang masyarakat di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bogor. Maka penting bagi warga untuk waspada," katanya.

Adang pun meminta warga di daerahnya agar menerapkan pola 3M plus untuk mencegah penyakit demam berdarah. Mereka harus menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Sementara itu, Pemkot Bogor setelah deklarasi open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan terus mengedukasi warga untuk melakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Bai Kusnadi, Sabtu, mengatakan tim percepatan ODF melihat aspek perilaku warga Kota Bogor berkurang drastia dalam buang air besar sembarangan.

Bahkan September 2023 Kota Bogor sudah dinyatakan sebagai salah satu kota yang mendapatkan 100 persen ODF sampai sekarang. "Tentu di dalam capaian ini kita masih mengedukasi bahwa masyarakat untuk melakukan PHBS," kata Bai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.