Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persemaian IKN Sedang Kembangkan 2.000 Indukan Buah untuk Entres

📅 Minggu, 25 Feb 2024, 18:33 WIB | Oleh:
Persemaian IKN Sedang Kembangkan 2.000 Indukan Buah untuk Entres Doc: Antara/ M Ghofar
Ket. Persemaian Mentawir di tengah terik matahari.

SAMARINDA - Persemaian Mentawir di Ibu Kota Nusantara (IKN) sedang mengembangkan sekitar 2.000 batang indukan berbagai jenis buah untuk entres (sistem sambung tanaman) untuk batang atas, agar buah yang dihasilkan lebih cepat dan berkualitas.

"Sebanyak 2.000 batang yang disiapkan menjadi entres (batang atas) tersebut merupakan hasil pembibitan yang kami lakukan sejak tahun lalu yang juga dikembangkan melalui sistem sambung pucuk," kata Manajer Pusat Persemaian Mentawir IKN, Saifurrohman Wahid di Mentawir, Ahad.

Fungsi pengembangan entres tersebut antara lain untuk memenuhi permintaan warga terhadap berbagai jenis buah di IKN dan sekitarnya, termasuk untuk masyarakat Kaltim secara umum.

Kemudian untuk menghijaukan kawasan IKN dan sekitarnya, termasuk untuk memulihkan lahan yang sekaligus juga bernilai ekonomi bagi masyarakat, sehingga selain bermanfaat bagi lingkungan juga bermanfaat bagi petani dan pekebun.

Semua ini dimaksudkan untuk mewujudkan ketahanan pangan dari buah-buahan bagi penduduk IKN khususnya dan bagi penduduk Kaltim umumnya, karena ketahanan pangan tidak melulu dari tanaman pangan, tapi juga dari buah dan hortikultura lain.

Satu batang bibit yang dikembangkan tersebut bisa menjadi puluhan atau ratusan entres secara berkala, bahkan bisa jadi ribuan entres per tahun, sehingga ke depan pihaknya tidak repot mencari bibit buah unggul untuk dijadikan batang atas.

Secara garis besar, bibit yang dikembangkan di Mentawir ada tiga klaster, yakni klaster tanaman keras atau kayu-kayuan antara lain ulin, balsa, memerant belangeran, gaharu, nyatoh, nyamplung, tengkawang, jabon dan lainnya.

Kemudian klaster tanaman hasil hutan bukan kayu yang di dalamnya juga ada buah-buahan seperti cempedak, durian, lai (durian lokal) jengkol, petai, mangga, manggis, alpukat, sirsak, jambu, dan berbagai jenis buah lokal lain.

Ada pula klaster tanaman estetika seperti tanjung, flamboyan, tabebuya, dan pucuk merah, yakni jenis tanaman yang sengaja dikembangkan karena selain untuk rehabilitasi lahan juga berfungsi sebagai keindahan lingkungan.

"Untuk tanaman kayu yang kami kembangkan kebanyakan dari biji, sedangkan untuk pengembangan tanaman buah, kebanyakan melalui sambung pucuk atau tempel dengan entres dari indukan berkualitas agar menghasilkan bibit unggul dan buahnya pun diharapkan lebih baik," kata Saif, sapaan akrabnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.