Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikbudristek Luncurkan Program S-3 Terapan

📅 Sabtu, 24 Feb 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek Luncurkan Program S-3 Terapan Doc: Istimewa
Ket. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, dalam acara Peluncuran Program S-3 Terapan, di Jakarta, Jumat (23/2).

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan jenjang program doktor terapan atau S-3 terapan. Peluncuran tersebut sekaligus melengkapi jenjang pendidikan tinggi vokasi.

"Program doktor terapan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik bahwa jika memang diperlukan, jenjang pendidikan vokasi juga bisa melanjutkan sampai jenjang S-3 terapan," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, dalam acara Peluncuran Program S-3 Terapan, di Jakarta, Jumat (23/2).

Kiki mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan vokasi di Indonesia guna meningkatkan daya saing bangsa. Peluncuran Program Doktor Terapan merupakan amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Peluncuran Program Doktor Terapan ini juga menjawab kebingungan masyarakat akan keberlanjutan jenjang pendidikan vokasi, utamanya untuk program pascasarjana," jelasnya.

Kebutuhan Industri

Dia berharap, program doktor terapan akan berdampak besar bagi pengembangan pendidikan tinggi vokasi. Terutama dalam mengembangkan lompatan-lompatan inovatif yang dibutuhkan.

Kiki menyebut, kebutuhan akan program doktor terapan tidak hanya dirasakan oleh para dosen politeknik saja. Para praktisi dan profesional yang ingin mengembangkan keilmuan terapan untuk keperluan industri atau bisnisnya bisa mengakses pendidikan tersebut.

"Banyak praktisi ingin meningkatkan penguasaan ilmu dan mendapat pengayaan ilmu-ilmu baru di bidangnya untuk menghadapi dan menyelesaikan tantangan masa depan yang semakin kompleks. Mereka membutuhkan kemampuan berpikir dan bekerja pada level doktor, namun bukan sebagai peneliti," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kelembagaan dan Sumber daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemendikbudristek, Muhamad Fajar Subkhan, mengatakan bahwa Peluncuran Program Doktor Terapan menjadi milestone penting dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi. Sebelumnya, pendidikan tinggi vokasi meliputi jenjang Diploma I, Diploma II, Diploma III, Sarjana Terapan, dan Magister Terapan.

"Dengan pengembangan jenjang doktor ini, pendidikan tinggi vokasi pun akan semakin berdampak dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul," ucapnya.

Fajar mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk menyukseskan Program Doktor Terapan. Selain itu, peluncuran program S-3 Terapan juga mendorong peluang kolaborasi dunia industri. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Sumut Resmi Larang Pengguna...
Megapolitan
Polisi Ringkus Pemalak yang...
Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.