Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Jabar Sebut Mayoritas Petugas Pemilu yang Meninggal Miliki Komorbid

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 17:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Jabar Sebut Mayoritas Petugas Pemilu yang Meninggal Miliki Komorbid Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Arsip: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat Vini Adiani Dewi memberikan keterangan di Kabupaten Bandung.

Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan mayoritas petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia memiliki komorbid atau mengidap setidaknya lebih dari dua masalah kesehatan secara bersamaan.

Kepala Dinkes JabarVini Adiani Dewi mengungkapkan mayoritas petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia di provinsi itu akibat juga memiliki penyakit jantung, gagal ginjal, darah tinggi, dan infeksi paru.

"Hampir rata-rata punya riwayat komorbid. Jadi memang dalam hal ini ada penyakit dasarnya," ujar Vini di Bandung, Rabu.

Dikonfirmasi terkait penyebab meninggalnya apakah juga akibat kelelahan, Vini mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun dia menilai mitigasi dalam Pemilu 2024 sudah lebih baik daripada 2019.

"Kalau itu, karena saya bukan dokter yang menanganinya, jadi tidak bisa menyebutkan hal tersebut. Tapi kalau melihat angka, dulu kita 177 orang. Ini kurang lebih ada 23 orang (meninggal), yang didukung karena antisipasi kita sudah lebih baik dengan mengadakan skrining dan pengobatan terlebih dahulu," ucapnya.

Meski demikian, menurut Vini, hal ini seharusnya tidak terjadi karena pada awal proses perekrutan dilakukan pemeriksaan kesehatan.

"Jadi ketika mendaftar, itu harus membawa surat keterangan sehat dan juga memang harus mengisi format yang nanti akan ketahuan, mana yang punya penyakit dengan berobat, yang terkontrol, dan mana yang tidak," tuturnya.

Terkait dengan petugas pemilu 2024 yang jadi korban meninggal, Vini menambahkan sejauh ini sudah menyentuh 23 orang, yang terdiri dari beberapa unsur, baik petugas KPPS(Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), PPS(Panitia Pemungutan Suara), Linmas(Perlindungan Masyarakat, Bawaslu, dan KPU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.