Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Antar-Suku di Papua Nugini Tewaskan 64 Orang

📅 Senin, 19 Feb 2024, 09:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perang Antar-Suku di Papua Nugini Tewaskan 64 Orang Doc: Skynews
Ket. Kekerasan suku di Provinsi Enga, Papua Nugini telah meningkat, dan Agustus tahun lalu terjadi peningkatan permusuhan.

PORT MORESBY - Enam puluh empat mayat ditemukan di dataran tinggi Papua Nugini, kata polisi pada Senin (19/2), yang terbaru dari serangkaian kematian massal terkait kekerasan etnis yang telah berlangsung lama di negara itu.

Setelah peristiwa kekerasan bersenjata di pagi hari, Asisten Komisaris Polisi Samson Kua mengatakan jumlah korban kemungkinan akan bertambah. "Kami yakin masih ada beberapa mayat yang masih berada di semak-semak," katanya.

Pada Minggu, Komisaris Polisi David Manning mengatakan, petugas dan tentara telah mengambil mayat 53 pria. Mereka diyakini dibunuh di dekat kota Wabag, 600 kilometer barat laut ibu kota Port Moresby.

Penyebab pasti kematian tersebut belum jelas, namun polisi mengatakan ada laporan adanya tembakan hebat di daerah tersebut.

Peristiwa tersebut diduga ada kaitannya dengan konflik antara suku Sikin dan Kaekin.

Polisi menerima video dan foto grafis yang mengaku berasal dari tempat kejadian.

Mereka menunjukkan tubuh-tubuh yang ditelanjangi dan berlumuran darah tergeletak di pinggir jalan dan ditumpuk di belakang truk bak terbuka.

Klan-klan dataran tinggi di Papua Nugini selama berabad-abad saling berperang. Namun masuknya senjata otomatis membuat bentrokan menjadi lebih mematikan dan meningkatkan siklus kekerasan.

Pemerintah Papua Nugini telah mencoba melakukan mediasi, amnesti dan sejumlah strategi lain untuk mengendalikan kekerasan, namun tidak membuahkan hasil.

Militer telah mengerahkan sekitar 100 tentara ke wilayah tersebut, namun dampaknya terbatas dan pasukan keamanan masih kalah jumlah dan persenjataan.

Pembunuhan sering terjadi di komunitas terpencil, anggota klan melancarkan serangan atau penyergapan sebagai balas dendam atas serangan sebelumnya.

Warga sipil, termasuk wanita hamil dan anak-anak, menjadi sasaran di masa lalu.

Pembunuhan seringkali sangat kejam, korbannya dibacok dengan parang, dibakar, dimutilasi atau disiksa.

Polisi secara pribadi mengeluhkan tidak memiliki sumber daya untuk melakukan pekerjaannya, karena petugas dibayar sangat rendah sehingga sebagian senjata yang sampai ke tangan anggota suku berasal dari kepolisian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.