Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menhub Prediksi Puncak Kepadatan Arus Mudik Terjadi 16-18 Maret

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 13:50 WIB | Oleh:
Menhub Prediksi Puncak Kepadatan Arus Mudik Terjadi 16-18 Maret Doc: Humas Kemenhub
Ket. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pergerakan masyarakat pada masa mudik lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang. Pihaknya mencatat kendaraan pribadi berupa mobil serta sepeda motor tetap menjadi moda transportasi utama pilihan masyarakat.

“Dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik akan terjadi kepadatannya. Dua tanggal itu adalah 16 Maret dan 18 Maret 2026,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat media gathering di Jakarta, Jumat (6/3).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran arus mudik serta arus balik nanti. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar, menjelaskan persiapan tersebut di Jakarta.

“Sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta terjaganya aktivitas ekonomi selama mudik Lebaran 2026. Kami telah menyiapkan enam strategi utama,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar saat media gathering di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat.

“Panjang jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603 kilometer dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50 persen. Selain itu, jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 3.115 kilometer tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” ucap Roy.

Roy menargetkan seluruh jalur mudik nasional sudah bebas dari lubang paling lambat sepuluh hari sebelum perayaan lebaran. Jumlah pergerakan masyarakat nasional pada tanggal 16 Maret 2026 diperkirakan akan menyentuh angka sebesar 21,2 juta orang.

Sementara, pergerakan pada tanggal 18 Maret 2026 diproyeksikan lebih tinggi yakni mencapai angka sekitar 22 juta orang. Pemerintah akhirnya mengusulkan kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) demi mengurangi penumpukan kendaraan.

“Pemerintah mengusulkan kebijakan WFA selama lima hari. Langkah ini dilakukan agar pergerakan masyarakat dapat terdistribusi dan tidak menumpuk pada tanggal tertentu,” ujar dia.

Dudy menyebutkan usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden. Kebijakan bekerja fleksibel tersebut direncanakan akan diberlakukan pada tanggal 16 dan 17 Maret.

“Untuk arus balik Lebaran pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26 dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idulfitri berakhir. Kebijakan tersebut penting karena jumlah kendaraan yang digunakan masyarakat saat mudik diperkirakan sangat besar,” ucap Menhub.

Pemerintah berharap jumlah pergerakan pada 16 Maret dapat turun menjadi 18-18,9 juta orang. Dudy menambahkan bahwa pergerakan masyarakat diperkirakan akan mulai meningkat sejak hari Jumat, tepatnya tanggal 13 Maret.

“Setelah kebijakan WFA diterapkan, jumlah pergerakan pada 13 Maret diperkirakan meningkat menjadi sekitar delapan hingga hampir sembilan juta perjalanan. Secara keseluruhan, proyeksi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang,” ucap Menhub. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.