Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Women from Rote Island Ajak Masyarakat Hentikan Kekerasan Seksual

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 23:23 WIB | Oleh:
Women from Rote Island Ajak Masyarakat Hentikan Kekerasan Seksual Doc: antara

Film Womenfrom Rote Island yang disutradarai oleh Jeremias Nyangoen mengajak masyarakat untuk menghentikan kekerasan seksual sekaligus lebih memperhatikan seluruh anggota keluarga.

"Kalau dicermati, film ini tidak hanya kekerasan seksual terhadap perempuan, saya yakin ada yang cermat. Kalau dulu kita katakan hati-hati punya anak perempuan, sekarang, anak laki-laki juga harus hati-hati. Hasil riset kecil saya itu,basicdari tema yang kita bicarakan ini adalah keluarga," kata Sutradara Jeremias Nyangoen dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Menyoroti isu perempuan dan tenaga kerja di Indonesia timur, Jeremias bercerita pembuatan skenario tercetus saat benaknya ingin membuat suatu karya bagi ibunya dan perempuan lainnya.


Butuh waktu setidaknya satu tahun delapan bulan untuk dapat menulis naskah dan menemukan lokasi syuting yang ia inginkan. Dalam kurun waktu itu pula ia harus bolak-balik Jakarta-Nusa Tenggara Timur khususnya Rote, sambil menjalankan proses perekrutan para aktor.

Di sana ia mencermati fasilitas pendampingan bagi para korban seperti pusat rehabilitasi sangat kurang. Lingkungan bagi para korban juga tidak kondusif, sehingga ia mengangkat fenomena tersebut untuk dijadikan pelajaran bagi masyarakat melalui audio-visual.

Jermias berharap melalui filmnya yang menjadi film cerita panjang terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) tersebut, penonton tidak hanya menikmati lingkungan Rote yang sangat indah, tetapi juga tidak abai terhadap mental korban dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dan kembali dalam depresi berat.

Ia juga berpesan agar sebaiknya masyarakat mulai membiasakan diri untuk lebih peduli dan memperhatikan aktivitas anggota keluarganya masing-masing, sebagai bentuk pendampingan dan pencegahan berbagai bentuk kekerasan seksual.

"Mulai hari ini, pulang ke rumah, tanya keponakan, anak, cucu, selalu dengan handphone, tidur jam berapa harus dengan cerewet. Kalau tidak, anak anda, cucu anda, keponakan anda, akan menjadi korban pelecehan bahkan mungkin dia pelakunya, tonton film ini," ujar Jeremias.

Produser Rizka Shakira menambahkan jumlah kasus yang dilaporkan korban kekerasan seksual terus meningkat. Meski hukum sudah diberlakukan, sayangnya permasalahan tersebut seringkali tidak terselesaikan.

Menurutnya terkadang masyarakat hanya mendengar kisah korban dilecehkan baik oleh orang tua atau keluarga lainnya. Hal itu berbeda jika dilihat secara utuh, di mana dapat menimbulkan perasaan tertampar, sakit dan memahami dampak buruk kekerasan seksual secara utuh.

"Kekerasan seksual itu sering terjadi bahkan setiap hari kasusnya terus ada. Tetapi kok tidak selesai-selesai ya? Jika tidak dilakukan penanganan yang tepat, akan semakin parah, banyak daerah yang belum tersentuh pihak ketiga dan dipandang sebelah mata," ujarnya.

Maka dari itu, melalui film yang semua pemerannya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, ia berharap kepedulian masyarakat dapat semakin kuat dan lebih banyak pihak membantu korban untuk berani bersuara dan mendapat keadilan.

Berkisah tentang Mama Orpa (Linda Anoe) yang baru ditinggal mati sang suami sambil menunggu anak sulungnya Martha (Irma Rihi) yang bekerja sebagai TKI kembali ke rumah dari Sabah, Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.