Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Perlu Bangun Banyak Pabrik Panel Surya untuk Ekspansi Energi Surya

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 12:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Perlu Bangun Banyak Pabrik Panel Surya untuk Ekspansi Energi Surya Doc: The Conversation/Shutterstock/Kutchek
Ket. Ilustrasi - Pabrik pembuatan panel surya.

Denny Gunawan, UNSW Sydney; Anastasia H. Soeriyadi, dan David Firnando Silalahi, Australian National University

Indonesia membutuhkan lebih banyak listrik energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi batu bara yang memperparah perubahan iklim dan merusak lingkungan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia sebenarnya dapat mengandalkan sinar matahari sebagai sumber energi sangat besar dan tak terbatas.

Studi dari Australian National University menyatakan, Indonesia akan membutuhkan miliaran panel surya untuk memenuhi seluruh kebutuhan listriknya dari energi bersih pada 2050.

Persoalannya, dari mana kita mendatangkan miliaran panel ini?

Jangan bergantung pada impor

Menurut catatan Kementerian Perindustrian, kemampuan produksi panel surya dalam negeri baru sebesar 1.600 megawatt-peak (MWp) per tahun.

Kapasitas ini jauh dari cukup sekalipun mengikuti target penambahan PLTS sesuai versi pemerintah, yaitu sebesar 300-400 gigawatt (GW) hingga 2060. Apalagi, untuk transisi penuh menuju kondisi nol emisi (net zero emissions), Indonesia membutuhkan energi surya 3.700 GW. Kapasitas yang ada saat ini masih jauh dari memadai.

Pemerintah perlu merencanakan produksi miliaran panel surya di dalam negeri sesegera mungkin. Jangan sampai, Indonesia hanya menjadi pasar dari panel surya produk impor. Apalagi, selain untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga tengah berupaya mengekspor listrik dari PLTS ke negara tetangga seperti Singapura, maka pasar untuk panel surya ini jelas akan terbentuk secara masif di Indonesia.

Maksimalkan potensi dalam negeri

Bahan baku utama panel surya adalah silikon-dapat ditemukan di alam dalam bentuk senyawa berupa silikat dan pasir kuarsa. Menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia memiliki potensi sumber daya pasir kuarsa yang besar hingga 25 miliar ton, dengan jumlah cadangan terbukti mencapai 330 juta ton.

Dengan perkiraan kebutuhan 10 ton pasir silika per MW panel surya, maka Indonesia berpotensi memiliki kapasitas produksi panel surya hingga sekitar 30 terawatt (TW).

Pasir kuarsa tersebut tersebar di 23 provinsi, dari Aceh hingga Papua Barat. Bahkan, kualitas pasir kuarsa di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Lampung, Bangka Belitung, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, memenuhi spesifikasi industri panel surya dan dinilai cukup kompetitif di kancah dunia.

Sayangnya, dengan potensi yang begitu besar, pengolahan pasir kuarsa menjadi silikon masih terbilang minim. Saat ini, Indonesia hanya memiliki pabrik panel surya PT Ali Solar Cell (ASC) di Batam. Pabrik ini beroperasi sejak 2019 untuk memproduksi wafer silikon sampai sel surya, tapi lebih berfokus ke ekspor untuk Amerika Serikat (AS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.