Korea Selatan-Kuba Jalin Hubungan Diplomatik Formal
📅 Kamis, 15 Feb 2024, 13:38 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
WASHINGTON - Korea Selatan menjalin hubungan diplomatik dengan Kuba pada Rabu (13/2), kata misi Korsel untuk PBB, dalam sebuah pengumuman mengejutkan. Kuba adalah sekutu Korea Utara di era Perang Dingin.
Media Korsel Yonhap melaporkan, perwakilan kedua negara di PBB bertukar nota diplomatik di New York, menandai terjalinnya hubungan formal. Kuba adalah negara ke-193 yang menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan.
Pengumuman tersebut menandai puncak dari upaya gigih Seoul untuk membangun hubungan formal dengan Kuba dan memperluas pijakan diplomatiknya di Amerika Tengah dan Selatan berkat meningkatnya pertukaran budaya dan masyarakat.
Meskipun Kuba secara resmi mengakui Korea Selatan pada 1949, pertukaran bilateral secara efektif terputus setelah Fidel Castro merebut kekuasaan dalam revolusi 1959. Sebaliknya, Kuba dan Korea Utara, sekutu di era Perang Dingin, telah mempertahankan hubungan persaudaraan sejak keduanya menjalin hubungan diplomatik pada 1960.
Para pengamat mengatakan, hubungan resmi antara Seoul dan Havana dapat memperdalam isolasi diplomatik Pyongyang dan memberikan tekanan lebih besar pada rezim Korut untuk beralih dari tindakan provokatifnya dan kembali ke dialog.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Keputusan untuk menjalin hubungan resmi antara kedua negara dibuat sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, Hukum Internasional, dan sesuai dengan semangat dan aturan yang ditetapkan dalam Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tanggal 18 April 1961," kata misi tersebut dalam rilisnya.
Mengenai hubungan diplomatik baru, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan, "Kami menghormati hak kedaulatan Korea Selatan untuk menentukan sifat hubungan diplomatiknya." ROK adalah singkatan dari nama resmi Korea Selatan, Republik Korea.
Pemerintahan Yoon Suk Yeol tampaknya mendorong pembukaan hubungan resmi dengan Kuba dengan cara yang sederhana mengingat hubungan Kuba dengan Korea Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembentukan hubungan ini terjadi ketika ketegangan antar-Korea semakin dalam, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mencap Korea Selatan sebagai musuh "utama" dan menggandakan uji coba senjata rezimnya, termasuk uji coba rudal jelajah yang dilakukan minggu ini.
Upaya menjalin hubungan bilateral didorong oleh perpaduan antara upaya Havana untuk melakukan pertukaran ekonomi dan budaya yang lebih dalam dengan negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu, dan upaya Seoul memperluas profil globalnya, kata para pengamat.
Dalam siaran pers terpisah, Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan harapan bahwa hubungan formal dengan Kuba akan menandai "titik balik penting" dalam upaya memperkuat diplomasi dengan Amerika Tengah dan Selatan dan memperluas cakrawala diplomatiknya.
"Ke depannya, pemerintah kami akan secara aktif bekerja sama dengan pemerintah Kuba dalam langkah-langkah tindak lanjut, termasuk pembentukan misi diplomatik bersama," kata kementerian itu dalam rilisnya.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa hubungan diplomatik tersebut menjadi landasan kelembagaan untuk memperluas kerja sama ekonomi bilateral dan mendukung bisnis Korea Selatan yang berupaya menciptakan pijakan di pasar negara tersebut.
Upaya Seoul untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan Havana telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!