Bulog Sulit Serap Gabah Petani dengan Harga di Bawah Biaya Produksi
📅 Rabu, 14 Feb 2024, 01:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDia menjelaskan bahwa sejak Desember 2023 hingga Januari 2024, pemerintah telah menanam komoditas padi di lahan seluas empat juta hektare yang diharapkan bisa memproduksi beras 5-8 ton per hektare.
Tanaman yang sudah ditanam (standing crop) sejak Desember tahun 2023 seluas 1,5 juta hektare ditambah 1,7 juta hektare pada Januari 2024 sehingga totalnya mencapai 3,2 juta hektare, dan masih ditambah produksi bulan ini di lahan seluas satu juta hingga 1,5 juta hektare.
"Sekarang ini kita mempercepat tanam di Pulau Jawa karena produksi di Pulau Jawa, Lampung 70 persen produksi ada di sana. Jadi, kita melakukan percepatan tanam di Jateng, Jatim, Jabar, sementara di luar Jawa, di Lampung, Sumsel, Sumut, Sulsel dan NTB. Kita fokus pada lumbung pangan Indonesia," katanya.
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengatakan salah satu penyebab adanya kelangkaan di sejumlah ritel modern dan mahalnya harga beras hampir di seluruh wilayah Indonesia karena naiknya harga gabah di semua sentra produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di tingkat produsen gabahnya sudah 8.000-an, di daerah produksi harga berasnya sudah 15 ribuan per kg," kata Bayu.
Dia menyampaikan hampir seluruh wilayah Indonesia menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 13.900 per kilogram, sedangkan untuk harga pembelian pemerintah (HPP) gabah hanya 5.000 rupiah per kg.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!