Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Sulit Serap Gabah Petani dengan Harga di Bawah Biaya Produksi

📅 Rabu, 14 Feb 2024, 01:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bulog Sulit Serap Gabah Petani dengan Harga di Bawah Biaya Produksi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pernyataan beberapa pihak terutama pejabat pemerintahan dan asosiasi yang seolah menyalahkan petani atau produsen sebagai salah satu pemicu kenaikan harga beras merupakan sikap kurang terpuji dari pejabat publik. Bahkan, terkesan pejabatnya tidak mengerti masalah dan cenderung mengambinghitamkan petani untuk membenarkan kebijakannya.

Kebiasaan pejabat publik yang cuci tangan dan melempar tanggung jawab ke pihak yang tidak berdaya itu seharusnya jadi pertimbangan Presiden dalam menempatkan pejabat negara sekaligus mencopot mereka kalau memang tidak kompeten.

Para pejabat yang cenderung menyalahkan petani itu mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Selasa (13/2), mengatakan para pejabat itu mungkin tidak paham atau tidak tahu kalau biaya produksi di petani sudah hampir tujuh ribu rupiah per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP).

"Pemerintah melalui Bulog tidak akan bisa menyerap hasil panen kalau menetapkan harga beli di bawah biaya produksi petani. Hal itu terjadi sebab pemerintah tidak bisa menjalankan peran untuk menstabilkan harga karena tidak punya cadangan beras," tegas Qomar.

Sebagai solusinya dalam jangka pendek adalah menyesuaikan harga pembelian pemerintah (HPP) pada tingkat harga yang menguntungkan petani.

"HPP bagusnya minimal di harga 7.000 rupiah per kg untuk GKP. Di harga ini, petani sudah dapat sedikit untung, jangan memaksakan HPP masih 5.000 rupiah per kg," katanya.

Qomar mengatakan kekurangan pasokan beras di pasar tidak sepenuhnya karena penurunan produksi imbas El Nino. Sebab, sebenarnya masih banyak stok di petani hanya mereka tidak mau jual ke pemerintah (Bulog), karena HPP terlalu murah dan merugikan petani.

"Sudah harganya murah, speknya juga susah dipenuhi akhirnya. Harga yang murah juga bikin malas petani untuk produksi," jelas Qomar.

Kriteria ketat yang ditetapkan Bulog, kata Qomar, bisa juga hanya siasat agar punya dalih untuk impor.

"Memang lebih senang impor sepertinya, namun jangka panjangnya yang ngeri jika bergantung pada impor," katanya.

Atasi Lonjakan Harga

Kendati mengkritik beberapa pejabat, dia mengapresiasi solusi yang disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, yang berjanji meningkatkan produksi beras di Indonesia untuk mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok itu. Langkah itu dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi kebergantungan pada impor.

"Kita tingkatkan produksi karena produksi mutlak kita tingkatkan kalau ingin menurunkan harga beras. Ini bukan hanya harga beras Indonesia saja, tetapi harga beras dunia," kata Mentan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.