Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani di India Bersiap Gelar Protes Besar-besaran

📅 Selasa, 13 Feb 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani di India Bersiap  Gelar Protes Besar-besaran Doc: AFP/Narinder NANU
Ket. Protes Petani l Sejumlah petani di Kota Amritsar, India, meneriakkan slogan-slogan ketika mereka membakar sebuah patung dalam sebuah aksi demonstrasi terhadap pemerintah pusat atas berbagai tuntutan mereka pada akhir Januari lalu. Sebuah aksi protes petani besar-besaran rencana akan digelar di New Delhi pada Selasa (13/2), bagi menyuarakan tuntutan ditetapkannya harga panen tanaman minimum oleh pemerintah.

NEW DELHI - Polisi India pada Senin (12/2) mendirikan barikade dan melarang pertemuan publik menjelang aksi protes ribuan petani yang menuntut penetapan harga panen tanaman minimum, dalam upaya menghentikan mereka untuk bergerak maju ke parlemen.

Konvoi panjang traktor berkumpul di perbatasan antara Ibu Kota New Delhi dan Negara Bagian Haryana, dan polisi menggunakan blokade kawat berduri, barikade, dan blok beton untuk menutup jalan raya utama menuju New Delhi.

Para petani sebelumnya menyerukan aksiDelhi Chaloatau pawai ke Delhi, yang menggemakan kembali aksi protes pada Januari 2021, ketika para petani menerobos barikade dan berbaris memasuki kota pada peringatan Hari Republik.

Para petani di India memiliki kekuatan politik karena jumlah mereka yang besar, dan ancaman akan kembali terjadinya protes terjadi menjelang pemilu nasional yang kemungkinan akan dimulai pada April mendatang.

Dua pertiga dari 1,4 miliar penduduk India bermatapencaharian dari sektor pertanian, yang menyumbang hampir seperlima PDB negara itu, menurut data pemerintah.

"Petani dari seluruh negeri bersiap untuk melakukan demonstrasi di Delhi mulai Selasa (13/2) jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan kami," ucap Swaran Singh Pandher, pemimpin asosiasi petani nasional mengatakan kepada AFP.

Selain harga tanaman minimum yang tetap, tuntutan lainnya termasuk penetapan usia pensiun dan penghapusan pinjaman.

Terkait rencana aksi protes besar-besaran ini, pihak polisi di Delhi telah mengeluarkan larangan pertemuan publik lebih dari lima orang.

Aksi protes para petani terhadap rancangan undang-undang reformasi pertanian pada November 2020 berlangsung selama lebih dari satu tahun, yang merupakan tantangan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sejak ia berkuasa pada 2014. Puluhan ribu petani kemudian mendirikan kamp darurat, dan sedikitnya 700 orang tewas dalam protes itu.

Pada November 2021, setahun setelah aksi protes dimulai, PM Modi mendorong melalui parlemen pencabutan tiga undang-undang kontroversial yang diklaim oleh petani akan membiarkan perusahaan swasta mengendalikan sektor pertanian negara tersebut.

Kemiskinan

Ribuan petani India meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya karena kemiskinan, utang, dan hasil panen yang dipengaruhi oleh pola cuaca yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim.

Samyukta Kisan Morcha(SKM), sebuah asosiasi petani utama, menyatakan ketidakpuasan dan kemarahan yang amat kuat atas tindakan polisi untuk memblokir aksi protes, namun mengatakan pihaknya tidak mengambil bagian dalam demonstrasi yang direncanakan pada Selasa.

Mereka malah menyerukan pemogokan pada Jumat (16/2) mendatang untuk mendesakkan tuntutan mereka. Upaya meredam protes masyarakat akan sia-sia, kata SKM dalam keterangannya. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.