Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Siapkan 200 Ton Beras sebagai Cadangan Pangan untuk Antisipasi Bencana

📅 Minggu, 11 Feb 2024, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
NTB Siapkan 200 Ton Beras sebagai Cadangan Pangan untuk Antisipasi Bencana Doc: ANTARA/Nur Imansyah
Ket. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmadi.

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 200 ton beras sebagai cadangan pangan untuk mengantisipasi bencana alam di wilayah itu.

"Untuk antisipasi keadaan bencana, stok beras kita cukup antisipasi 1 tahun sekitar 200 ton," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi di Mataram, Sabtu.

Ia mengatakan persediaan beras untuk bencana alam, seperti banjir dan lain-lain sudah tersimpan di gudang-gudang.

"Kalau ada bencana, kita tinggal kirim aja ke lokasi," ujarnya.

Untuk banjir yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, pihaknya sudah mengirimkan sebanyak tiga ton beras. Pengiriman beras ini untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

"Baham makanan yang kirim ini, karena banyak tanaman padi yang terendam dan hanyut di bawa air sungai," katanya.

Selain beras, pihaknya juga mengirimkan sebanyak 50 dus mie instan, makanan siap saji, selimut, sarung, beras, air minum, pakaian, sabun mandi dan cuci.

Diketahui empat kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa, NTB diterjang banjir pada Jumat (9/2). Ada tiga kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

"Dugaan penyebabnya macam-macam. Salah satunya hujan yang merata dengan intensitas tinggi sejak siang hingga sore hari kemarin di Pulau Sumbawa," ujarnya.

Selain itu, topografi Pulau Sumbawa yang terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung menyebabkan air limpasan dari daerah aliran sungai (DAS) semakin mempercepat air menuju hilir yang dihuni warga di daerah perkotaan.

"Belum lagi vegetasi hutan kita yang sudah menipis sehingga tidak lagi bisa menahan air menjadi salah satu faktor penyebab banjir," ungkap Ahmadi.

Untuk wilayah yang terdampak terendam banjir, kebanyakan warga yang selama ini bermukim di bantaran sungai dan wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai.

"Saat ini kondisi air sudah surut dan warga yang rumahnya terendam banjir sedang sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah," terang Ahmadi.

Namun demikian, dari laporan sementara banjir yang melanda empat kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Sedangkan jumlah warga yang terdampak juga masih dalam pendataan BPBD kabupaten dana kota.

"Tidak ada korban jiwa, karena masyarakat yang tinggal di bantaran sungai juga sudah banyak yang siap," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.