Program Pengentasan Kemiskinan Didominasi Bantuan Sosial
📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sektor Pendidikan
Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan ketimpangan di Indonesia terjadi bukan hanya pendapatan, tapi juga pendidikan.
Maruf mengutip data hasil Susenas, Maret 2022, menunjukkan persentase anak tidak sekolah dan anak putus sekolah di perdesaan jauh lebih tinggi dibanding anak di perkotaan, begitu juga soal tamatan SMA sederat dan SD sederajat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Apalagi kalau kita lihat tamatan perguruan tinggi di kota 13,51 persen, sedangkan di desa hanya 5,57 persen," kata Maruf.
Kunci untuk mengatasi kesenjangan, katanya, adalah meningkatkan perekonomian di perdesaan karena di situlah selama ini yang menjadi kantong kemiskinan. Dari dulu masalah Indonesia adalah masalah kegagalan mengelola desa.
"Pupuk, irigasi, benih unggul, dan pascapanen jadi masalah desa yang tidak terselesaikan. Maka ketimpangan tidak pernah terselesaikan," kata Maruf.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB Suhartoko, mengatakan peningkatan pendapatan masyarakat kelas bawah perlu dipacu dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan tidak kena pajak agar secara agregat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengendalikan inflasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!