Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Pengentasan Kemiskinan Didominasi Bantuan Sosial

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program Pengentasan Kemiskinan Didominasi Bantuan Sosial Doc: ANTARA/BAYU PRATAMA S
Ket. MASYARAKAT MISKIN SULIT NAIK KELAS I Sejumlah anak bermain di depan rumahnya di Kampung Pojok, Kecamatan Penjaringan, Jakarta, Senin (5/2). Pemerintah belum menerapkan konsep ekonomi kerakyatan belum diterapkan dengan sungguh-sungguh. Masyarakat miskin sulit naik kelas, kendala utamanya karena disparitas, keterbatasan terhadap akses pasar dan permodalan.

» Masyarakat miskin sering hanya menjadi objek bantuan sehingga program segencar apa pun tidak efektif mengangkat mereka.

» Perekonomian di perdesaan harus ditingkatkan karena selama ini menjadi kantong kemiskinan.

JAKARTA - Semakin memburuknya kesenjangan sosial terutama pendapatan antara kelompok masyarakat miskin dengan segelintir kaum berada ditengarai akibat sulitnya masyarakat miskin untuk naik kelas.

Pakar kemiskinan sekaligus Guru Besar Ilmu Sosiologi, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Bagong Suyanto, yang dihubungi, Senin (5/2), mengatakan kendala utama masyarakat miskin untuk naik kelas, salah satu penyebabnya karena disparitas, keterbatasan mereka terhadap akses pasar dan permodalan.

Sementara berbagai program pengentasan kemiskinan lebih didominasi oleh kebijakan yang bersifat bantuan sosial (bansos), sehingga pemberdayaan kaum miskin belum tercapai.

"Padahal mereka harus bersaing dengan pelaku ekonomi yang serbamapan sehingga selalu kalah, di sisi lain masyarakat miskin sering hanya menjadi objek bantuan, sehingga betapa pun gencarnya program-program beranggaran besar yang dimaksudkan untuk pemerataan seperti infrastruktur, tetap akan sulit mengangkat nasib kaum miskin," kata Bagong.

Hal itu karena konsep ekonomi kerakyatan belum diterapkan dengan sungguh-sungguh. Akibatnya, angka disparitas atau kesenjangan sosial tidak banyak bergerak, justru menjadi semakin lebar.

"Ini karena ekonomi kerakyatan hanya diartikan dalam bantuan ke orang miskin supaya tidak lapar," kata Bagong.

Belum menyentuh substansi bahwa mereka belum terintegrasi ke dalam perekonomian. Padahal dengan menggerakkan ekonomi kerakyatan di perdesaan dengan program-program yang bersifat holistik, ekonomi akan berkembang lebih merata karena kemiskinan banyak di desa-desa.

"Harus ada kebijakan dan program yang melindungi mata pencaharian masyarakat di desa, seperti penguatan pertanian dengan segala bentuk proteksinya. Ini akan lebih efektif dan bermanfaat dalam memutus rantai kemiskinan," pungkas Bagong.

Pada kesempatan yang lain, ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan ketimpangan dari sisi pengeluaran juga memburuk meskipun sedikit. Pertumbuhan konsumsi 20 persen masyarakat terkaya lebih cepat dibandingkan dengan 40 persen masyarakat miskin. Akhirnya ketimpangan semakin meruncing.

"Ketimpangan yang memburuk ini terjadi di daerah perkotaan yang memang gambaran utuh ketimpangan di Indonesia," kata Huda.

Salah satu yang menyebabkan adalah semakin banyak instrumen obligasi pemerintah yang notabene banyak dibeli oleh orang kaya. "Orang miskin mana bisa beli obligasi. Lebih baik buat makan uangnya," papar Huda.

Oleh sebab itu, bansos untuk masyarakat miskin harus tepat sasaran. "Hal lain adalah memberi kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk lanjut ke jenjang perguruan tinggi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Pembangunan Bendungan Jenelata

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pembangunan Bendungan Jenelata
Nasional
Perkuat Penjangkauan SR dan...
Daerah
Percepatan Pemulihan Irigas...
Olahraga
Gagal Finis di GP Bahrain, ...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.