Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa di Enam Bencana Alam di Garut

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 16:12 WIB | Oleh:
BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa di Enam Bencana Alam di Garut Doc: ANTARA/HO-Polres Garut
Ket. Petugas mengecek daerah yang terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (5/2).

GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), menyatakan tidak ada korban jiwa dalam enam kejadian bencana longsor, puting beliung, dan pohon tumbang, yang terjadi di sejumlah kecamatan dan hanya menimbulkan kerugian materi berupa rumah dan akses jalan rusak.

"Dampak dari bencana alam kemarin (Senin) itu,Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa, hanya sebabkan kerusakan seperti rumah dan menutup jalan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut Daris Hilman saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Selasa.

Ia menuturkan hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, Senin (5/2), menyebabkan bencana alam pada beberapa daerah di enam kecamatan, seperti pohon tumbang di Kecamatan Cibatu, tanah longsor di Kecamatan Cikajang, Cilawu, dan Banjarwangi, serta angin puting beliung di Kecamatan Samarangdan Tarogong Kidul.

"Ada longsor di Cikajang, dan Banjarwangi menutup jalan, kalau kejadian di Cilawu kecil," katanya.

Ia menyebutkan kejadian bencana tanah longsor di Kecamatan Cikajang menyebabkan bangunan penggilingan padi rusak, kemudian longsor di Banjarwangi menutup badan jalan.

Selain itu, lanjut dia, tercatat ada tujuh rumah dan pesantren yang rusak bagian atapnya karena diterjang angin puting beliung di Kecamatan Samarang dan Tarogong Kidul.

"Rumah rusak ada tujuh, pesantren juga rusak bagian atapnya karena angin puting beliung," katanya.

Ia mengungkapkan Kabupaten Garut merupakan wilayah rawan bencana alam, terutama saat musim hujan, sehingga perlu diwaspadai oleh semua kalangan masyarakat untuk memiliki kesadaran mitigasi bencana.

Daris berharap penanganan bencana alam tidak hanya dilakukan oleh jajaran BPBD, melainkan perlu ada kesiapan masyarakat untuk sama-sama memiliki pengetahuan tentang kondisi risiko bencana alam di lingkungan sekitar.

"Mitigasi bencana untuk evakuasi mandiri juga harus dipahami masyarakat untuk mengurangi risiko bencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.