TransJakarta Gandeng Pemprov DKI Kurasi Produk UMKM yang Dijual di Halte
📅 Minggu, 04 Feb 2024, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-PT TransJakarta
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menggandeng Pemprov DKI Jakarta untuk mengkurasi (menyeleksi) produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan dijual di halte perusahaan transportasi publik tersebut."Kami bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha KecilMenengah (PPKUKM) DKI Jakarta untuk mengkurasiproduk yang dijual di halte. Jadi adarates(tarif)untuk tenant yang sifatnya komersial dan ada rates khusus untuk pelaku UMKM," kata Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza di Jakarta, Minggu (4/2).
Welfizon menyebut sebagai korporasi di bidang transportasi publikberkomitmen mengusung konsep tata kelola sosial dan lingkungan(environmental social governance) yakni bersih, berdaya, dan lestari.
PT TransJakarta mengalokasikan ruang usahahingga 30 persen di sejumlah halte untuk gerai UMKM sebagai upaya mendukung pertumbuhanekonomiJakarta. Hal ini menjadi salah satu konsep TransJakarta yaitu berdaya.
"Halte yang punya commersial space (ruang komersial), kita ada 30 persen untuk UMKM. Jadi UMKM bisa kita berikan ruang untuk bisa tumbuh dan berkembang bersama," ujar Welfizon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Divisi KomersialTransJakarta juga siap melayani pelaku UMKM yang tertarik untuk membuka usahadi halte TransJakartasehingga masyarakatbisa menikmati fasilitas yang ada di sejumlah halte.
TransJakarta selalu berupa memberikan pelayanan yang terbaik kepala pelanggan. Salah satu upaya yang ditekankan oleh TransJakarta yakni terkait pengembangan bisnis dan optimalisasi aset-aset yang ada di TransJakarta dengan berbagai aktivitas.
Selain itu, dalam konsep bersih, TransJakarta mengedepankan aspek lingkungan. Seperti menghadirkan transportasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, sehingga semakin banyak yang menggunakan transportasi umum untuk perbaikan polusi udara di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lalu konsep berdaya ini ada beberapa program. Seperti operator-operator MikroTrans kita ini kebanyakan dari koperasi. Dan dengan bergabung dengan TransJakarta, mereka menjadi lebih berdaya," ucap Welfizon.
Sebelumnya, Direktur Pelayanan dan Bisnis TransJakarta, Fadly Hasan mencontohkan Halte CSW, di Bundaran HI, lalu Halte Dukuh Atas yang memiliki banyak ritel yang dapat dinikmati sambil menunggu TransJakarta ataupun untuk bertemu dengan seseorang.
Ritel tersebut dari skala nasional hingga internasional, mulai dari mini swalayan (minimarket) dan kedai kopi (coffee shop)UMKM hingga bisnis. TransJakarta ingin memanfaatkan segala aset yang ada sebagai ekosistem ataupun kehidupan baru yang bisa terkoneksi langsung dengan masyarakat di Jakarta.
"Contoh kita bisa konser mini di halte kayak Raisa, peragaan busana batik lokal, peluncuran produk, hingga berbagai aksi komunitas," ucap Welfizon.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!