Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa, 6 Tahapan Menarik terkait Keamanan Donor Darah
📅 Minggu, 04 Feb 2024, 10:35 WIB | Oleh: Tim PenulisApa yang dimaksud dengan cocok? Darah kita terdiri dari sel dan cairan. Pada dinding sel darah merah terdapat ciri khas yang cukup jelas yakni penanda A atau B. Bisa penanda AA, A0(A-nol), BB, B0, AB atau 00.
Kalau di dinding sel terdapat penanda AA, maka dalam cairan darah akan ada anti B. Anti B ini jika bertemu sel darah dengan penanda B, akan menggumpalkan sel-sel darah merah tersebut.
Begitu juga pada orang yang mempunyai sel darah merah berpenanda B, maka dalam cairan darahnya akan ada anti A.
Kalau golongan AB, dalam cairan darahnya tidak mengandung anti A maupun anti B. Kalau sel darah merahnya tidak berpenanda 0 (0=nol), maka dalam cairan darahnya terdapat anti A dan anti B.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, orang dengan golongan darah A hanya boleh mendapat darah golongan A, B hanya dari B dan AB hanya dari AB.
Dulu golongan darah O dapat ditransfusikan kepada golongan darah apa saja. Meski ada anti A dan anti B, jumlah cairan darah yang masuk hanya sedikit dibandingkan jumlah darah dalam seluruh tubuh, sehingga hanya sedikit sel darah merah kita yang akan digumpalkan.
Prinsip bahwa golongan 0 boleh ditransfusikan secara bebas sudah tidak dipakai lagi, karena selain penanda A, B, 0, ada penanda-penanda lain lagi, salah satunya penanda Rhesus. Penanda Rhesus juga mirip dengan penanda AB0, jika tidak cocok akan merusak sel darah merah. Protokol saat ini, darah donor dan penerima darah harus betul-betul cocok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika saat pencocokkan antara darah pasien dan darah donor terjadi penggumpalan, artinya di dalam pembuluh darah pasien juga akan terjadi penggumpalan. Darah yang menggumpal atau sel darah merah pecah di dalam pembuluh darah akan menyebabkan banyak masalah, mulai dari demam, menggigil sampai kematian.
Kalau semua cocok, barulah darah donor tersebut akan diserahkan kepada petugas medis untuk ditransfusikan pada pasien.
Saat ini, jarang sekali seseorang mendapat transfusi seluruh darah dari donor, karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Orang yang kekurangan sel darah merah hanya akan mendapatkan transfusi sel darah merah saja. Orang yg kekurangan trombosit akan mendapatkan transfusi sel trombosit saja. Orang yang kekurangan faktor pembekuan darah akan mendapat 'cairan' darah saja.
Kadang-kadang kondisi pasien memerlukan darah yang 'dicuci' lebih dulu agar reaksi tubuh terhadap sel-sel darah donor tidak terjadi. Proses pemisahan komponen-komponen darah juga memerlukan alat dan bahan (berarti, biaya lagi).
Baik komponen darah maupun 'cairan' darah belum ada pabriknya di luar tubuh kita. Jadi, mari kita mendonorkan darah. Setetes darah Anda menyelamatkan nyawa saudara kita.![]()
Yulia Sofiatin, Lecturer of Epidemiology dan Biostatistics, Departement of Societal Health, Universitas Padjadjaran
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!