Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa, 6 Tahapan Menarik terkait Keamanan Donor Darah
📅 Minggu, 04 Feb 2024, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis6. tidak mendonor lebih dari 2,5 bulan.
Semua syarat itu untuk kepentingan pendonor.
Tahap 2: Minimalkan risiko dari penyakit menular
Pada tahap ini petugas memastikan pendonor mempunyai risiko kecil untuk menderita hepatitis B, hepatitis C, atau HIV, juga sifilis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Calon pendonor akan diminta untuk mengisi formulir dengan deretan pertanyaan untuk menyaring hal tersebut. Di dalamnya ada pertanyaan tentang perilaku seksual dan kebiasaan berisiko lainnya.
Bersih dari virus hepatitis B dan C, HIV serta sifilis sangat penting karena keempat penyakit ini ditularkan lewat pertukaran cairan tubuh, termasuk darah.
Penyakit akibat virus hepatitis ini sulit disembuhkan dan dapat mengakibatkan kanker.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyakit akibat HIV sudah jelas belum dapat disembuhkan. Penyakit sifilis juga, gejalanya tampak ringan tapi dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit yang berat.
Jadi, darah yang akan didonorkan harus datang dari orang dengan kemungkinan sangat kecil untuk mengalami infeksi-infeksi tersebut.
Tahap 3: Pemeriksaan tekanan, Hb, dan golongan
Sebelum darah diambil, petugas memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb) dan golongan darah calon donor.
Tekanan darah harus normal, sekitar 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Tekanan darah yang tinggi akan membuat perdarahan (setelah diambil darah) berlangsung lebih lama. Tekanan darah yang rendah akan makin rendah setelah pengambilan darah. Pendonor bisa pingsan jika tekanan darahnya terlalu rendah.
Kadar hemoglobin juga harus normal,tergantung alat pemeriksaan yang digunakan, Hemoglobin normal pada laki-laki 13,8-17,2 g/dL dan perempuan 12,1-15,1 g/dL. Kadar hemoglobin mewakili jumlah sel darah merah yang berada dalam tubuh. Jika kadarnya normal, dapat dianggap bahwa jumlah dan bentuk sel darah merah dalam tubuh kita cukup dan dapat disumbangkan sebagian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!