Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemanfaatan Dana Desa, Bupati Belitung Timur Apresiasi Warganya Membudidayakan Ikan Lele

📅 Minggu, 04 Feb 2024, 05:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemanfaatan Dana Desa, Bupati Belitung Timur Apresiasi Warganya Membudidayakan Ikan Lele Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Bupati Belitung Timur Burhanudin saat menghadiri panen perdana ikan lele milik Pokdakan Kolong Kero Desa Padangsasak, Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (3/2/2024).

Manggar - Bupati Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Burhanudin mengapresiasi dan terus mendorong warganya membudidayakan ikan air tawar jenis lele, karena memiliki nilai ekonomis.

"Saya mengapresiasi pembudidayaan ikan lele yang dilakukan Pokdakan(kelompok pembudidaya ikan)Kolong Kero Desa Padangsasak. Mereka tergolong berhasil memanfaatkan dana desa untuk program ini," kata Bupati Belitung Timur Burhanudin di Manggar, Sabtu.

Burhanudin mejelaskan, pembudidayaan ikan lele yang dilakukan Pokdakan Kolong Kero itu sebagai bukti nyata bahwa pemanfaatan dana desa untuk peningkatan ekonomi warga.

"Ini adalah bukti, apa yang dikerjakan masyarakat hasilnya jelas dan bisa berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat yang mengelolanya," katanya.

Bupati mengharapkan agar program pembudidayaan ikan air tawar jenis lele ini dapat mendorong kemandirian dalam berusaha dan terjadi peningkatan pendapatan keluarga.

"Semoga budidaya ini bisa dikembangkan desa lainnya. Apapun yang diinisiasi pihak desa dapat memberikan nilai produktif bagi masyarakat," katanya.

Ketua Pokdakan Kolong Kero Mahyudin mengatakan, budi daya ikan lele ini mampu menghasilkan ribuan kilogram ikan lele konsumsi, dan Ikan lele tersebut siap dijual untuk masyarakat.

"Budi daya ini dari dana desa yang dimulai dari membangun tambak ikan bibit lele sebanyak 10 ribu bibit hingga pakan lele. Semua dilakukan sama-sama hingga ikan lele siap jual," kataMahyudin yang akrab disapa Udin.

Udin menjelaskan, bibit lele yang disebar sebanyak 10.000 bibit lele dilakukan pada November 2023, dan sudah dilakukan panen perdana untuk siap dijual ke masyarakat.

Hasil jual ikanlele memiliki prosfek ke depan dan penjualan perdana dimulai Senin (29/1) sudah mencapai 150 kilogram, dan terjual dengan harga Rp32.000/kilogram.

"Proses pemeliharaan ikan lele yakni dengan menjaga kualitas atau mutu ikan, sehingga memberikan hasil panen yang layak untuk dikonsumsi, bebas dari kontaminasi bahan kimia dan lainnya," kata Udin yang sudah berkecimpung dalam usaha lele selama enam tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.