Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gua Pancur, Fenomena Karst Unik di Kaki Pegunungan Kendeng

📅 Sabtu, 03 Feb 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Salah satu pengalaman yang terbaik yang ditawarkan saatcave tubingadalah menyusuri gua hingga mendekati titik 827 meter tempat ujung gua berada. Di sini terdapat sumber air hangat yang membantu menghangatkan tubuh setelah berendam air lama.

Perjalanan menyusuri gua terbagi dalam tiga etape. Etape pertama berjarak kurang lebih 200 meter para wisatawan akan disambut dengan ruangan gua yang lebar, sapaan air mengalir jernih setinggi selutut manusia, ornamen gua yang menarik dan tetesan air dari stalaktit maupun stalakmit yang masih aktif.

Berikutnya memasuki etape kedua pada 400 meter, pengunjung akan dimanjakan dengan ornamen gua yang menarik dan eksotik. Pada etape ini dipastikan para pengunjung yang suka akan kegiatanselfietentunya tidak akan menyia-nyiakan momen dan panorama indah yang dijumpai.

Menjelang pada radius 700-an meter, para wisatawan yang melakukan penelusuran gua dibuat berdecak kagum dengan pesona alam Gua Pancur.Sensasi aroma khas gua dan ornamen alami serta sambutan air hangat akan membuat para wisatawan seakan terbawa pada alam lain dan sungguh menyenangkan.

Menjelang titik akhir penyusuran gua pada angka kurang lebih 827 meter. Mendekati titik inilah kegiatan susur gua yang paling dinikmati karena berada akhir dari penyusuran yang dilakukan.

Gua Pancur pertama kali ditemukan pada 1932 oleh penduduk sekitar yang bernama Mbah Sarto. Awal mulanya, ia mendengar percikan air dari lama sebuah bukit. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata suara itu berasal dari aliran sebuah gua.

Jika masuk ke dalam gua sepanjang 127 meter nanti akan ada suara airgrojoganyang sangat indah. Airnya yang mengalir seperti pancuran membuat gua ini dinamai Gua Pancur, sebuah nama yang melekat sampai sekarang.

Sebelumnya guainibelum menjadi tujuan wisata dan belum terkenal seperti sekarang. Gua Pancur mulai dibuka untuk umum pada tahun 1955. Dengan keunikan yang dimiliki gua ini terus mendapatkan kunjungan yang cukup tinggi dari masyarakat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.