Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gua Pancur, Fenomena Karst Unik di Kaki Pegunungan Kendeng

📅 Sabtu, 03 Feb 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Gua Pancur yang memiliki panjang 827 meter terbagi menjadi 3 bagian, yakni zona terang yang masih mendapat suplai cahaya secara utuh mulai dari mulut gua sampai 100 meter ke dalam gua.

Selanjutnya zona peralihan yang berada di 100 meter sampai air terjun yang pertama. Zona peralihan itu merupakan zona yang mendapatkan cahaya, akan tetapi hanya remang-remang.

Kemudian zona gelap total yang tidak mendapatkan cahaya sama sekali. Namun lebih lanjut ini bisa dilalui melalui aktivitascavingdidampingi oleh ahlinya.

Untuk wisatawan biasa hanya bisa menjelajahi sekitar mulut gua. Di sini dapat dilihat batuan yang meruncing ke bawah (stalakmit) di dinding gua dan batuan yang meruncing ke atas (stalaktit) di lantai guayang terbentuk selama ribuan tahun hasil pengendapan kalsium karbonat prosesnya masih berlangsung sampai sekarang.

Tetesan air dari dinding gua yang mengandung kalsium karbonat terus mengalir. Pengunjung dalam menampung tetesan air dingin tersebut dengan tangan, sambil memahami proses terbentuknya stalakmit dan stalaktit yang memakan waktu lama.

Gua Pancur tidak bisa dieksplorasi lebih dalam. Lorong gua dibatas oleh sebuah pagar besi, agar masyarakat umum tidak masuk terlalu dalam yang kemungkinan sangat berbahaya. Apalagi kedalaman gua ini yang mencapai ribuan meter sangat membahayakan.

Oleh karenanya setelah menikmati mulut gua,cara lainnya menikmati Gua Pancur adalah menikmati aliran airnya di luar gua. Pengelola menciptakan sungai kecil yang bisa digunakan untuk mandi. Aliran dari gua ini digunakan untuk mengairi sawah warga sekitar gua yang membentang luas.

Pilihan lainnya adalah menikmat becak air atau bebek-bebekan yang tersedia di danau. Bagi anak-anak tersedia wahana permainan seperti ayunan dan perosotan. Ada juga patung binatang seperti jerapah yang bisa dinaiki sekaligus untuk sarana foto.

Susur Gua

Bagi yang inginmelakukan aktivitaslebih menantang,bisa menikmati layanancave tubingyang ditawarkan olehpengelola Obyek Wisata Alam Gua Pancur yang terhimpun dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Gasong Community".

Kegiatan menjelajahi gua hingga bagian dalam ini dilakukan dengan menaiki ban. Perlengkapan lainnya berupa helm, lampu sorot, pelambung dan sepatu bot. Pemandu akan mengajak masuk ke agak jauh ke dalam gua dan menjelaskan seluk-beluk yang ada.

Guna menelusuri keindahan dalam gua, pihak pengelola membatasi peserta maksimal sekali berangkat 20 orang. Perjalanan menyusuri gua paling cepat ditempuh dalam waktu 1,5 jam pergi-pulang. Tarif yang dikenakan untuk kegiatan penelusuran guayaitu20 riburupiahper orang.

Cave tubingmenawarkan keindahan dan eksotisme dalam gua yang gelap yang kondisinya lebih alami dari sekedar di mulut gua yang telah banyak dijamah wisatawan. Aliran sungai bawah tanah juga menjadi daya tarik lain dari layanan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.