Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deindustrialisasi Dini, Sinyal RI Terkontaminasi 'Dutch Disease'

📅 Sabtu, 03 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rizal Edi Halim, mengatakan fenomena ini bukan baru kali ini saja dialami Indonesia. Sudah sejak lama, Indonesia menikmati harga komoditas, seperti batu bara, nikel, dan komoditas perkebunan dan perikanan.

"Semua langsung kita ekspor karena harga-harganya di pasar global menjanjikan. Pada saat yang sama, kita tidak memikirkan industrialisasinya," jelas Rizal.

Seandainya bahan baku dari sumber daya alam itu bisa diolah maka yang semula nilainya 1.000 misalnya, bisa meningkat dua kali, tiga kali, empat kali bahkan bisa 10 kali lipat melalui proses industrialisasi. Nilai tambahnya akan lebih baik, tapi itu yang tidak terjadi.

"Kalau disebut kita sudah deindustrialisasi bukan sekarang, sebenarnya sudah lama industrialisasi manufaktur kita tidak jalan karena terlena menikmati harga-harga komoditas yang tinggi," tegasnya.

Secara terpisah, pakar ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan untuk sembuh dari kondisi yang disebut "Dutch Disease" tersebut, mau tidak mau pemerintah harus mewujudkan hilirisasi hasil tambang dan manufakturisasi industri substitusi impor.

"Banyak keuntungan dengan hilirisasi karena dapat mengatasi persoalan pengangguran, serta sebagai upaya memperbaiki kinerja neraca perdagangan yang selama ini selalu defisit. Dengan manufakturisasi nilai tambahnya lebih besar, dibanding jika lebih ke arah sumber daya alam," kata Wibisono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.