Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keberlanjutan Merdeka Belajar Sudah Dipikirkan Sejak Awal

📅 Jumat, 02 Feb 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Keberlanjutan Merdeka Belajar Sudah Dipikirkan Sejak Awal Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dan Direktur untuk Pendidikan dan Keterampilan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Andreas Schleicher, dalam Silaturahmi Merdeka Belajar, secara daring, Kamis (1/2).

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengungkapkan keberlanjutan program-program Merdeka Belajar sudah dipikirkan sejak awal penyusunan. Hal tersebut penting mengingat Indonesia tengah menjalani proses Pemilu yang berpotensi mengubah kebijakan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

"Di awal pertemuan ketika kami memutuskan apa yang harus dilakukan, kami menyaring berbagai aktivitas berdasarkan dampaknya. Bukan hanya dampak yang membuat kami memutuskan apa yang harus diprioritaskan, tetapi juga tidak bisa dibalikkan," ujar Nadiem, dalam Silaturahmi Merdeka Belajar, secara daring, Kamis (1/2).

Dia mencontohkan, para Guru Penggerak akan menjadi pemengaruh atau influencer. Menurutnya, guru-guru tersebut akan mengubah guru-guru lain ke paradigma Merdeka Belajar seiring berjalannya waktu.

"Mereka adalah orang-orang yang percaya pada Merdeka Belajar dan pelatihan mereka selama senam sampai sembilan bulan adalah tentang keyakinan dan perubahan pola pikir serta pelatihan kepemimpinan untuk memengaruhi para guru di sekitarnya. Maka hal itu sulit untuk diputar kembali," jelasnya.

Nadiem menambahkan, kebijakan terkait kurikulum dapat membuat program-program Merdeka Belajar tetap berlanjut. Saat ini sudah sekitar 70-80 persen sekolah secara sukarela mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

"Akan sangat sulit bagi seseorang untuk menerapkan kurikulum yang sama sekali baru ketika mereka telah memilih untuk menggunakan kurikulum itu," katanya.

Dia menyebut, faktor ketiga adalah revolusi digital yang ada dalam program Merdeka Belajar. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.